Napi narkoba & teroris di Nusakambangan akan ditaruh di sel isolasi
Merdeka.com - Rencananya para narapidana kasus narkoba dan teroris akan menempati penjara khusus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pasir Putih, Pulau Nusakambangan, Cilacap. Hal itu dimaksudkan agar napi tidak berhubungan dengan orang luar.
"Tadi kita tinjau, melihat penempatan terpidana hukuman mati untuk narkoba supaya penjaranya diisolasi, sehingga komunikasi keluar jangan jalan. Yang kedua, kita lihat penempatan para teroris statusnya juga sama, terisolasi, terpisah," papar Menko Polhukam, Luhut Binsar Pandjaitan di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (11/2).
Dengan demikian, sambung Luhut, para terpidana kasus narkoba maupun teroris tidak bisa lagi mengendalikan operasi (transaksi) dengan dunia.
Luhut menambahkan khusus untuk terpidana kasus teroris, dalam satu kamar tidak boleh diisi dua orang atau lebih, pihaknya juga membagi tiga kategori terpidana kasus teroris, yakni ideologis, garis keras, dan simpatisan.
"Sendiri-sendiri, di (Lapas) Pasir Putih. Tadi kita mulai empat orang kemudian yang lainnya nanti," jelas dia.
Luhut menambahkan, terpidana kasus teroris masuk kategori simpatisan, tetap ditempatkan seperti napi lainnya, dan dinilai tidak ada masalah.
"Kita siapkan 20 kamar (sel khusus). Kemudian napi narkoba kita perlakukan sama, sebab narkoba juga berbahaya. Kita tidak mau seperti Meksiko ya," beber Luhut.
Menurutnya, terpidana kasus teroris menyangkut masalah bisnis ideologi, sedangkan terpidana kasus narkoba menyangkut bisnis ekonomi.
"Mereka (terpidana kasus narkoba) bisa membayar siapa saja, bisa membuat angkatan bersenjata, atau tim bersenjata seperti di Meksiko. Kita tidak mau sampai seperti itu," katanya.
Luhut mengungkapkan bahwa Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia kekurangan petugas maupun penjara untuk napi berisiko tinggi. Sebab itu, untuk sementara pengamanan dilakukan dengan mengombinasikan antara petugas lapas dan polisi serta tentara.
Disinggung mengenai rencana eksekusi terhadap terpidana mati kasus narkoba, dia enggan berkomentar banyak.
"Kalau yang eksekusi mati, kita eksekusi saja, kok ramai-ramai. Itu saja," tukasnya, dilansir Antara.
Dalam kunjungan di sejumlah lapas di Pulau Nusakambangan, Luhut bersama Menkum HAM Yasonna Laoly, Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti, Kepala BNPT Saud Usman Nasution.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya