Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Napi narkoba ditangkap polisi di luar penjara

Napi narkoba ditangkap polisi di luar penjara penjara. shutterstock

Merdeka.com - Kongkalikong antara petugas Sipir dengan Narapidana masih marak terjadi. Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru menangkap Acuy, seorang narapidana kasus narkoba yang berkeliaran di luar Lapas Klas IIA Pekanbaru.

"Sebelumnya sudah empat hari ini Acuy kami buntuti sedang berada di luar Lapas," kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Darmawan Marpaung kepada wartawan di Pekanbaru, seperti dikutip antara, Jumat (10/8).

Acuy dicokok polisi di rumah istrinya di Jalan Damai Langgeng, Blok A 59, Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Pekanbaru pada Kamis (9/8) sekitar pukul 15.00 WIB. Polisi menduga Acuy kembali mengedarkan narkoba karena itu aparat segera melakukan penggeledahan di kediaman napi itu di Perumahan Damai Langgeng dan Perumahan Permata. Meski tidak menemukan barang bukti, polisi tetap menahan Acuy di tahanan Polresta.

Menurut Darmawan, Acuy sebelumnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Pekanbaru karena kasus narkoba. Acuy adalah bandar narkoba yang ditangkap saat mengedarkan sabu-sabu pada tahun 2011.

Jajaran Polda Riau akhirnya meringkus Acuy pada awal tahun 2012 dan kasusnya mulai diadili sekitar bulan Februari dan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru telah memvonisnya dengan hukuman enam tahun penjara.

Darmawan mengatakan, Acuy akhirnya dijemput tak lama setelah ditahan oleh Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Pekanbaru, Bejo, dan Kasie Pembinaan dan Pendidikan Lapas Klas IIA Pekanbaru, Heri Suhasmin.

Heri Suhasmin beralasan bahwa napi tersebut keluar dari Lapas untuk kepentingan menjenguk anaknya yang sedang sakit. Ia beralasan napi itu sudah mengantongi surat izin cuti menjenguk keluarga (CMK).

Secara terpisah, Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Riau Mirza Iskandar mengatakan, tetap akan membentuk tim untuk menyelidiki kasus Acuy. Meski begitu, dia mengatakan, belum bisa memastikan siapa yang harus bertanggung jawab atas insiden itu karena belum menerima laporan lengkap dari bawahannya.

"Saya belum tahu persis, baru dapat laporan ada (napi) yang diambil. Ceritanya bagaimana saya belum tahu persis masih harus menunggu dari Kadiv Lapas," kata Mirza yang belum sebulan menjabat Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Riau.

Dia menyadari, masalah moral petugas Lapas menjadi perhatian khusus di seluruh Indonesia karena kerap kali kasus keluar-masuk napi dengan bebas dari Lapas kerap terjadi.

"Napi untuk izin berobat atau jenguk keluarga ada ketentuannya, ada yang harus mengawalnya dan diantar jemput," katanya.

Dia mengakui bahwa kondisi Lapas di Pekanbaru kurang kondusif, dan ia berencana untuk fokus membenahinya usai Lebaran tahun ini. "Ini masalah moral," tegasnya (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP