Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Nakhoda Kapal TB Henry sebut 1 penculik Abu Sayyaf berwajah ganteng

Nakhoda Kapal TB Henry sebut 1 penculik Abu Sayyaf berwajah ganteng Korban selamat Abu Sayyaf. ©2016 merdeka.com/tommy lasut

Merdeka.com - Royke Fransy Montolalu, juru mudi kapal pandu (tug boat) Henry yang selamat dari aksi penculikan kelompok diduga Abu Sayyaf mengatakan, 4 ABK diculik 5 orang berseragam loreng mirip tentara. Menariknya, salah satu dari penculik berperawakan mirip artis. Berwajah ganteng dan berkulit putih mulus. Berbeda dengan anggota lainnya dengan perawakan seram.

"Saya sempat melihat salah satu dari mereka berwajah ganteng, kulit putih (kuning langsat), wajah bersih dengan potongan rambut pendek," kata Royke saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Matani Lingkungan II Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Senin (25/4).

Meski demikian, Royke tak berani lama-lama menatap penculik. Dia bersama beberapa rekannya dalam kondisi ketakutan.

Dengan posisi berjongkok sambil kedua tangan berada di atas kepala, mereka tak berani menatap wajah anggota kelompok yang memang tak menggunakan penutup wajah ini. Saat ditanyai mengapa berani melewati jalur yang disebut wilayah kelompok Abu Sayyaf, Royke menyatakan jalur trek Likitan adalah jalur utama pelayaran.

Selama kurang lebih 5 tahun berlayar, ia selalu melintasi jalur tersebut tanpa gangguan. "Kami tidak mengubah, atau memperpendek jalur karena itu adalah jalur utama yang sering dilalui. Dari Cepu San Fernando Filipina ke Tarakan perjalanan ditempuh selama 6 hari," ujar dia.

4 orang ABK kapal TB Henry diculik saat berada di perbatasan antara Malaysia Filipina tepatnya di trek Likitan pada Jumat (15/4) lalu sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu kapal sedang berlayar pulang ke Tarakan usai menurunkan 8000 ton batu bara di Cepu, Filipina.

Perompak naik dari bagian lambung kiri kapal dan menembak salah salah satu ABK tepat mengenai dada kiri, sebelum menyandera Kapten kapal Ariyanto dan krunya. "Untung perahu motor mereka (perompak) berukuran kecil, kalau agak besar bisa saja kami sepuluh orang ikut disandera mereka," ucap lelaki 2 anak ini.

Hingga kini nasib keempat ABK masing-masing bernama Ariyanto (Kapten Kapal), Pieter (Chief Officer), Dede (Second officer) dan Samsir (juru mudi), belum diketahui pasti. Pemerintah diminta segera melakukan upaya pembebasan terhadap para sandera termasuk korban kapal TB Brahma 12.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP