N219, pesawat buatan Indonesia untuk menjangkau daerah terpencil
Merdeka.com - Pesawat buatan Indonesia atas hasil kerjasama PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yakni N219 ditujukan untuk menjangkau segmen pesawat perintis (light aircraft).
Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI Andi Alisyahbana menuturkan, pesawat perintis ini dibuat untuk menjangkau daerah terpencil. Hingga saat ini, Indonesia sendiri memiliki banyak daerah yang masih sulit dijangkau seperti pada Indonesia bagian timur.
"Paling banyak ada di Papua. Ada 61 rute yang sulit dijangkau. Untuk itu kami ciptakan pesawat N219 ini untuk menjangkau daerah-daerah tersebut," ujar Andi saat temu wartawan dalam acara pra roll out pesawat N219, di Bandung, Rabu (4/11).
Rute dapat dikatakan sebagai rute perintis apabila memenuhi kriteria seperti menghubungkan daerah terpencil. Di mana daerah tersebut tidak ada moda transportasi lain, dan atau kapasitas kurang memadai.
"Kami berupaya mendorong pertumbuhan dan pengembangan wilayah terpencil, di mana daerah tersebut berpotensi untuk dikembangkan, menunjang program pengembangan dan pembangunan daerah, serta mendorong perkembangan sektor lainnya," jelas dia.
Pesawat N219 dirancang untuk memiliki keunggulan seperti dapat lepas landas, mendarat dalam jarak pendek, dapat lepas landas dan mendarat di landasan yang tidak beraspal, dapat self starting tanpa bantuan ground support unit, dan dapat beroperasi dengan ground support equipment yang minim.
Teknologi pesawat N219 memiliki teknologi terbaru dan terdepan, dilihat dari Avionic set terbanyak bagi pesawat FAR 23, dapat terbang rendah dengan kecepatan yang sangat rendah mencapai 59 knots, memiliki kecepatan paling tinggi yakni 210 hingga 220 knots.
Sementara itu, sebelum meluncurkan N219, PTDI telah melalui survei ke beberapa daerah operasi seperti Papua. Itu berdasarkan pertimbangan termasuk operasi penerbangan dengan tingkat kesulitan yang tinggi terutama daerah Nabire dan Wamena.
Tak hanya itu, lapangan terbang daerah cakupannya terdapat di daerah high altitude dengan panjang landasan rata-rata 600 m dan surface landasannya terdiri dari rumput, kerikil, dan tanah.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya