Mutasi Omicron Bermunculan, Epidemiolog Saran Tetap Prokes Saat Libur Nataru
Merdeka.com - Potensi gelombang tiga pandemi Covid-19 di Indonesia, menurut Epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riono, sangat kecil. Kendati sejumlah negara mengonfirmasi kasus mutasi varian Omicron, Pandu mengatakan mutasi merupakan hal lumrah.
"Mutasi virus kan biasa," ucap Pandu kepada merdeka.com, Senin (13/12).
Dia mengatakan, agar penanganan pandemi dapat terus terkendali, vaksinasi terus dikerjakan dan memakai masker.
Momentum hari libur besar pun, diakui Pandu tidak dapat dijadikan dasar ancaman gelombang tiga pandemi. Sebab, kekebalan imunitas masyarakat Indonesia cukup tinggi, baik imun yang ditimbulkan karena vaksibasi ataupun pernah terinfeksi virus.
Pandu juga menambahkan, aturan-aturan mobilitas warga yang dikeluarkan pemerintah saat libur Natal dan Tahun Baru 2022 adalah langkah tepat. Pandu lebih menyepakati adanya aturan mobilitas dibanding penetapan status PPKM Level 3.
"Kebijakan menghapus PPKM Level 3 sangat tepat, cukup dengan aturan Natal dan Tahun Baru. Libur Natal dan Tahun Baru tidak akan mendorong lonjakan yang tinggi, yang disebut gelombang 3. Kecil kemungkinan terjadi," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry mengatakan Indonesia perlu mewaspadai potensi lonjakan kasus positif Covid-19.
"Perkiraan terburuk, kasus akan naik sekitar 430 persen sampai 1 Maret 2022 kalau kita tidak melakukan upaya ketat, memperlemah penerapan protokol kesehatan, vaksinasi tidak mencapai target, dan testing serta tracing menurun," kata Sonny, dilansir Antara, Senin (22/11).
Pemerintah mempelajari bahwa kasus positif Covid-19 dapat melonjak setelah libur panjang, baik pada momen Idul Fitri maupun Natal dan tahun baru, karena mobilitas masyarakat meningkat tidak hanya antarkota di dalam negeri.
"Ada juga mobilitas masyarakat balik dari negara lain, ini yang kita harus waspadai sehingga kita harus terus memperketat upaya melakukan screening bagi orang yang masuk untuk mencegah masuknya varian Covid-19 baru di Indonesia," katanya.
Dalam 13 minggu setelah Natal dan tahun baru 2020, kasus positif Covid-19 meningkat hingga 398 persen. Begitu pula saat varian delta mulai menyebar di Indonesia setelah Idul Fitri 2021, kasus positif Covid-19 meningkat hingga 900 persen dalam 8 minggu.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya