Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Musnah rencana pentolan katibah

Musnah rencana pentolan katibah Ilustrasi Penjara. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Puluhan polisi bersenjata laras panjang, lengkap dengan perlengkapan, mengepung sebuah rumah di Jalan Daeng Kamboja, Batam Center, Batam, Kepulauan Riau. Langit sudah terang saat itu. Jarum jam menunjukkan pukul 07.21 WIB. Warga sedang beraktivitas di pagi hari terkaget-kaget.

Dari dalam rumah itu, seorang lelaki dibawa polisi. Dia adalah Gigih Rahmat Dewa (31). Tuduhannya: dia terlibat terorisme dan tergabung dalam jaringan Katibah Nusantara. Kelompok itu disebut kepanjangan tangan Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS) atau lebih tenar dengan akronim ISIS. Mereka bergerak di Asia Tenggara dipimpin oleh seseorang bernama Bahrun Naim. Dia dianggap bertanggung jawab atas teror bom dan penembakan di kawasan Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Menurut polisi, Gigih dan lima orang lain dibekuk menamakan diri mereka Katibah Gigih Rahmat atau Katibah Gonggong Rebus.

Gigih diduga terlibat beberapa kasus terorisme. Dia disangka menampung dua orang etnis Uighur, yakni Dini dan Ali, yang ditangkap bersama Abu Musab di Bekasi.

Di samping itu, dia dianggap sebagai orang yang mengurus pemberangkatan warga Indonesia ke Suriah melalui Turki. Bahkan, dia juga diduga sebagai penerima dan penyalur dana buat 'amaliah' dari Bahrun Naim.

Gigih dan Bahrun Naim juga berencana meluncurkan roket dari Batam, dengan tujuan Marina Bay Singapura. Mereka juga merencanakan sejumlah aksi bom bunuh diri, dengan menargetkan tempat keramaian dan kantor polisi.

Terduga teroris lainnya berhasil ditangkap adalah Trio Syafrido (46) yang merupakan seorang pegawai Bank. Dia ditangkap di Jalan Tengku Umar, Nagoya, sekitar pukul 07.25 WIB. Lalu Eka Saputra (33), seorang pegawai pabrik diamankan di Jalan Keluar, Perumahan Cluster Sakura, Batam Center, sekitar pukul 06.45 WIB.

Kemudian Tarmidzi (21), seorang pegawai pabrik dibekuk di depan pabrik Panasonic, di Jalan Laksamana Bintan, Batam Center, sekitar pukul 07.25 WIB. Sedangkan, Hadi Gusti Yanda (20) dan Muhamad Tegar Sucianto merupakan karyawan pabrik ditangkap secara bersamaan di Jalan Brigjen Katamso, Batu Aji.

Marina Bay Sand adalah kawasan wisata seluas 120 ribu meter persegi di Distrik Bayfront, Singapura. Kompleks ini mudah dikenali, karena terdapat hotel Marina Bay berupa tiga gedung menopang perahu raksasa. Komplek ini memiliki pusat judi besar, serta dikunjungi setidaknya 15 juta orang dalam setahun. Sebelum kegiatan mereka dibongkar, Detasemen Khusus 88 Antiteror sudah diawasi.

"Ini sudah lama diintai oleh petugas. Hampir satu tahun sebelum dilakukan penggerebekan pagi tadi. Rata-rata mereka pekerja pabrik di Kota Batam. Hanya satu yang pegawai bank. Ini pengembangan dari teror-teror sebelumnya, bukan di Batam," kata Kapolda Kepri, Brigjen Pol Sam Budigusdian, di Batam kemarin.

Gigih ternyata juga pernah bertemu dengan pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta, Nur Rohman. Keduanya diketahui pernah menyeberangkan dua orang asal Uighur, China, dari Malaysia secara ilegal.

"Dua orang Uighur itu sudah ditangkap, satu di antaranya sudah dideportasi ke tempat asalnya," katanya.

Jaringan teroris Batam memiliki kaitan dengan jaringan Uighur yang tersebar antara lain di Indonesia, China dan Thailand.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP