Muslihat Casa di Operasi Seroja
Merdeka.com - Sudah 13 tahun Timor Timur melepaskan diri dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan membentuk Republik Demokratik Timor Leste. Invasi Indonesia atas Timor Timur digelar dalam Operasi Seroja pada 7 Desember 1975.
Operasi itu dilakukan dengan alasan menghadang popularitas partai politik FReTiLin (Front Revolusioner untuk Kemerdekaan Timor Timur atau Frente Revolucionária de Timor-Leste Independente). Mereka dianggap menganut paham sosialis dan ingin memerdekakan diri dari penjajahan Portugis dan membentuk pemerintahan mandiri. Sebab saat itu Indonesia lengket dengan blok Barat pimpinan Amerika Serikat. Mereka tidak ingin ada benih-benih ideologi sayap kiri tumbuh lantaran bisa mengganggu kepentingan ekonomi dan politiknya.
Pesaing dari FReTiLin saat itu adalah APODETI (Asosiasi Demokratik Popular Timor atau Associação Popular Democratica Timorense) dan UDT (Persatuan Demokratik Timor atau União Democrática Timorense). Keduanya disokong oleh pemerintah Indonesia saat Operasi Seroja.
Namun ada kisah dalam operasi tersebut. Marsda TNI Tatang Kurniadi menceritakan, pesawat Casa yang dulu menjadi alat angkut logistik prajurit TNI di Timor Timur mendarat di landasan udara Kupang menggunakan lampu motor berkeliling.
"Dakota jatuh di Fikeke, yang satu pulang jatuh di laut tapi jatuhnya bagus. banyak hal-hal lain kita makan enggak karuan (kekurangan logistik)," kata Tatang saat ditemui merdeka.com di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (11/8).
Tatang yang ketika itu berpangkat Kapten mengatakan, helikopter angkatan laut yang dibawa oleh (Alm) Sugeng ditembaki oleh kelompok FReTiLin. Namun, Amerika Serikat melarang Indonesia yang mengirimkan pesawat tempur Hawk buat menyerang kelompok itu. Sebab pesawat Hawk produksi Amerika Serikat.
"Kesulitan, ya kita kekurangan alat angkut udara. Jadi pasukan kita tak bisa gerak cepat, ngedrop pasukan dan logistik. Kita juga hanya punya bomber satu, B 26, itu penerbang cuma satu (Alm) Kolonel Sudarsono, tidak diganti-ganti waktu bawa pesawat," ujar Tatang.
Selain itu, kata Tatang, pesawat TNI saat itu tidak boleh menuju ke Dili, Timor Timur. Hanya helikopter Pertamina oleh mendarat guna membawa makanan dan minuman.
"Pesawat Casa baru pertama kali dipakai di Timtim, pesawat Casa dipinjamkan oleh Pak Habibie untuk ngedrop Kopassus ke Okusi, gudang senjata. Tapi pakaian Kopassus memakai pakaian polisi, waktu itu Okusi tidak mau dikirim tentara," tukas dia.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya