Musim hujan, Sumsel waspadai 100 titik rawan longsor
Merdeka.com - Memasuki musim hujan bulan Februari, bencana banjir dan longsor menjadi ancaman bagi warga Sumatera Selatan (Sumsel). Ancaman tanah longsor sendiri sangat besar. Sebab, ada sekitar seratus titik di provinsi itu.
Kepala Dinas PU Bina Marga Sumsel, Rinhardi, mengaku sudah mendata seluruh lokasi rawan longsor. Semuanya berada hampir di separuh daerah Sumsel, terutama di daratan tinggi.
Daerah-daerah tersebut adalah Kabupaten Lahat, Pagaralam, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Selatan, dan Empat Lawang. Di daerah itu seringkali terjadi tanah longsor bahkan sudah menjadi langganan setiap musim hujan.
"Yang kita data ada seratus titik rawan longsor di Sumsel, semuanya di daerah dataran tinggi," ungkap Rinhadi, Rabu (10/2).
Menurut dia, tanah longsor yang terjadi tak hanya berada di sekitar permukiman warga tetapi juga di jalan-jalan penghubung desa. Bahkan, tahun ini ada beberapa jembatan putus akibat musibah tersebut.
"Semuanya kita waspadai, terutama pemukiman dan akses jalan," ujarnya.
Untuk mengantisipasi rawan longsor itu, pihaknya menyiapkan eksavator dan peralatan pendukung lain. Pihaknya juga berencana memasang penahan tembok di titik-titik tersebut.
"Untuk alat berat sudah kita siapkan di lokasi biar langsung bergerak jika longsor terjadi," pungkasnya.
(mdk/ang)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya