Mundur dari Jabatan, Bupati Indramayu Takut tak Punya Banyak Waktu untuk Ayah
Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menerima kedatangan Bupati Indramayu Anna Sophana yang mengajukan pengunduran diri dari jabatannya. Mendagri mengaku ingin mendengar langsung keputusan Bupati Anna.
Tjahjo menyatakan tidak ada intervensi dari pihak manapun atas pengunduran diri Bupati Anna. "Ibu ini ada berbagai pertimbangan yang secara umum bisa dipahami," jelas Tjahjo di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Selasa (13/11).
Anna menuturkan, keputusannya ini murni mempertimbangkan alasan keluarga. Dia menceritakan, setelah dua tahun menjabat sebagai Bupati Indramayu di periode kedua, sang Ibu meninggal dunia karena sakit yang dialaminya. Hal itu memberi bekas yang mendalam.
"Ini meninggalkan penyesalan berkepanjangan. Banyak keinginan beliau. Kemudian bapak juga sakit. Setelah ibu meninggal, kayak ada yang hilang. Semangat hilang. Ditambah lagi sekarang bapak sendiri dan sangat membutuhkan perhatian dari saya. Sehingga kami berunding dengan keluarga dan kami putuskan untuk saya mundur," kata Anna.
Keputusannya mundur dari jabatan Bupati Indramayu juga dipicu rasa khawatir tidak punya banyak waktu untuk sang Ayah. Terlebih, ketika Ibunya meninggal, Anna tidak berada di rumah.
"Saya takut kehilangan bapak seperti halnya ibu meninggal," ucap Anna.
Anna menjadi Bupati Indramayu sejak 2010 dan terpilih kembali pada 2015. Namun, pada Selasa 30 Oktober 2018, Anna mengirimkan dua surat untuk DPRD Indramayu dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Dalam suratnya, Anna menjelaskan dirinya mundur karena ingin fokus membaktikan diri untuk keluarga. Pengunduran diri Anna juga sudah disetujui DPRD Indramayu.
Reporter: Nanda Perdana PutraSumber: Liputan6.com
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya