Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Muncul Klaster RS Swasta di Garut, Puluhan Tenaga Kesehatan Terpapar Covid-19

Muncul Klaster RS Swasta di Garut, Puluhan Tenaga Kesehatan Terpapar Covid-19 Ilustrasi virus corona. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Merdeka.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Garut menyebut bahwa kasus pasien yang terpapar Covid-19 dari lingkungan pesantren kini telah usai dan seluruh santri juga pengurusnya dinyatakan sembuh. Namun kini muncul klaster rumah sakit (RS) swasta.

"Klaster pesantren di kita saat ini sudah selesai. Namun kini muncul klaster baru, yakni klaster rumah sakit swasta," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr Leli Yuliani, Jumat (20/11).

Leli mengungkapkan bahwa saat ini 79 tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit swasta diketahui terpapar dan harus menjalani isolasi. Jumlah tersebut pun kini menjadi yang terbanyak penambahan pasien Covid-19 saat ini di Kabupaten Garut.

Ia mengaku sangat menyayangkan atas munculnya klaster baru dalam penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut. “Gugus tugas selalu berupaya meningkatkan penyebaran Covid-19 dengan mengingatkan agar selalu menerapkan protokol kesehatan. Namun memang untuk tenaga kesehatan ini kadang lupa menerapkan itu ketika di luar lingkungan kerjanya,” ungkapnya.

Selain klaster rumah sakit swasta, dijelaskan Leli, di Kabupaten Garut pun kini tengah banyak bermunculan orang yang terpapar dari klaster keluarga. Atas hal tersebut, pihaknya akan semakin menguatkan penertiban di pusat keramaian hingga sosialisasi kepada masyarakat.

Sementara itu, Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, Yeni Yunita menyebut bahwa ancaman penularan virus corona dari keluarga di Garut memang semakin meningkat.

“Upaya pencegahan menjadi sangat penting, dengan menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan di dalam keluarga itu sendiri. Upaya pencegahan penularan virus (di klaster keluarga) bertujuan mengurangi risiko penularan, melalui tetap memakai masker di rumah, terapkan etika batuk dan bersin, cuci tangan, makan bergizi seimbang, istirahat yang cukup serta kelola stres,” sebutnya.

Sampai Jumat (20/11) siang, kata Yeni, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 1378. Dari jumlah itu, 479 orang sedang menjalani isolasi dan perawatan, 865 orang dinyatakan sembuh dan 25 orang meninggal dunia.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP