Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mulai gerah, ini cara tukang ojek reguler tolak keberadaan GO-JEK

Mulai gerah, ini cara tukang ojek reguler tolak keberadaan GO-JEK GOJEK dilarang masuk kalibata city. ©istimewa

Merdeka.com - Kehadiran ojek panggilan via online alias GO-JEK dianggap menjadi ancaman bagi sejumlah ojek pangkalan. Para tukang ojek mengaku, penghasilan mereka berkurang sejak munculnya GO-JEK.

Situasi ini kerap kali memancing gesekan di lapangan sehingga pengendara GO-JEK memilih menghindar. Tidak jarang aksi yang berujung ancaman penganiayaan kerap diterima pengemudi GO-JEK.

Salah satunya seperti yang dialami Toni Haryanto. Pengemudi GO-JEK ini mengaku hampir bersitegang dengan tukang ojek pangkalan, andai saja dirinya tidak datang lebih awal saat menjemput pelanggannya.

Dia menceritakan pengalamannya mengantarkan barang di Jalan Daksinapati, Menteng, Jakarta Pusat. Ketika itu, para tukang ojek pangkalan menghampirinya.

"Untung kamu datangnya pagi, karena pengemudi ojek lain sedang mengantar pelanggannya. Lain kali kalau ada kita jangan diambil," kata Toni menirukan ucapan salah satu pengemudi ojek di Jalan Daksinapati.

Lalu ancaman apa lagi yang diarahkan ke pengemudi GO-JEK. Berikut di antaranya. (mdk/amn)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP