Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mulai 1 Oktober 2016, Adi Soemarmo buka rute Solo-Tiongkok

Mulai 1 Oktober 2016, Adi Soemarmo buka rute Solo-Tiongkok Bandara Adi Soemarmo. ©2014 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Setelah maskapai AirAsia menutup rute Solo-Kualalumpur dan Solo-Singapura, praktis Bandara Internasional Adi Soemarmo tak mempunyai penerbangan internasional. Padahal bandara tersebut berstatus Internasional dilengkapi dengan fasilitas mewah.

Saat ini hanya rute Solo-Jeddah dilayani maskapai berplat merah, Garuda Indonesia, untuk angkutan jemaah umrah. Rute itu pun tidak bisa dilayani setahun penuh, lantaran harus libur saat musim haji.

Namun, seiring komitmen pihak pengelola bandara, betbagai upaya pun dilakukan. Dalam waktu dekat bandara termegah dan termewah di Jawa Tengah dan DIY itu akan membuka rute penerbangan Solo-Guangzhou (Tiongkok). Jika tidak ada halangan, penerbangan perdana akan dilakukan 1 Oktober mendatang kemudian disusul 6 Oktober .

"Rute Solo-Tiongkok akan kita buka 1 Oktober mendatang dan dilayani oleh maskapai Sriwijaya Air. Rute ini baru untuk kebutuhan carter penumpang dan penjajakan pasar," ujar Manajer Operasional Bandara Internasional Adi Soemarmo, Yaka Sulistya, Senin (12/9).

Yaka menjelaskan, karena baru bersifat penjajakan, tidak diperlukan slot waktu dan perizinan sebagaimana rute penerbangan reguler. Perizinan baru akan diajukan setelah rute baru tersebut menjadi rute penerbangan reguler.

Pada kesempatan sebelumnya, General Manager Bandara Adi Soemarmo Abdullah Usman pernah berkomitmen untuk menjadikan bandara yang terletak di sebelah barat Kota Solo tersebut menjadi bandara internasional yang sebenarnya. Meski mempunyai fasilitas yang jauh lebih baik, namun jumlah penerbangan di Solo baik rute domestik maupun internasional masih kalah dari Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta dan Ahmad Yani Semarang.

"Bandara Adi Soemarmo mempunyai landasan pacu jauh lebih panjang dibanding Ahmad Yani Semarang dan Adi Sutjipto Yogyakarta. Ancang-ancang pesawat yang akan terbang atau mendarat juga lebih panjang," ucap Usman.

Usman menambahkan, Bandara Adi Soemarmo juga mempunyai apron lebih lebar, sehingga memudahkan pesawat berbadan lebar jenis airbush parkir. Selain itu, ada dua garbarata yang bisa dipasang dari ruang tunggu ke badan pesawat untuk nelindungi penumpang agar tidak kepanasan atau kehujanan.

"Rute penerbangan di bandara lain sudah padat, sehingga antrean untuk take off atau landing cukup lama. Saya melihat, rute untuk Australia dan Tiongkok cukup potensial untuk dibidik," tutup Usman. (mdk/ang)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP