Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

MUI DKI nilai pembakaran bendera bertuliskan tauhid penghinaan terhadap Islam

MUI DKI nilai pembakaran bendera bertuliskan tauhid penghinaan terhadap Islam Ilustrasi. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta KH Munahar Muchtar menilai, pembakaran bendera bertuliskan Tauhid di Garut merupakan penghinaan terhadap agama Islam karena pelaku bersorak sorai dan mengunggahnya ke media sosial. Menurutnya apabila tujuan membakar untuk menjaga nilai dan kesuciannya, pihaknya tentu menghargai.

"Jadi tergantung manusianya. Kalau sambil ketawa-tawa, joget-joget dan sebagainya itu ada semacam penghinaan sudah berbahaya iman seseorang itu bisa lihat sendiri lah," katanya di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/10).

"Sebenarnya itu sesuatu yang diperbolehkan tapi kalau tujuannya untuk menjaga nilai kesucian. Sepertinya Al Quran dari ke sana kemari kita amankan," lanjutnya.

Dia menilai, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah dilarang. Namun yang menjadi masalah, masyarakat meyakini akan bendera bertuliskan tauhid dibakar tidak peduli bahwa itu bendera HTI atau bukan.

"Nah ini yang perlu kita kasi pemahaman ke masyarakat agar masyarakat ngerti, jangan sampai diadu domba," tutupnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP