MUI dan ulama diminta beri edukasi tentang Natal dalam Islam
Merdeka.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemuka agama Islam diminta untuk memberikan edukasi kepada umat muslim tentang kedudukan perayaan Hari Natal dalam Islam. Edukasi ini diperlukan untuk menumbuhkan rasa toleransi umat beragama atas perayaan hari besar agama lain.
"Kepada para pemuka agama, khususnya MUI dan alim ulama Islam, diminta untuk memberikan edukasi perihal kedudukan Natal dalam Islam dengan cara yang jelas, gamblang, mendalam, dan bijak sehingga membangun semangat toleransi dan bukan membangun potensi konflik," kata Wakil Ketua Komisi VIII Sodik Mudjahid melalui pesan tertulisnya, Rabu (21/12).
MUI mengeluarkan fatwa yang berisi larangan menggunakan atribut Natal bagi umat muslim. Sodik mengimbau kepada perusahaan-perusahaan untuk mengikuti fatwa tersebut dengan tidak memaksakan karyawan mereka yang beragama Islam mengenakan atribut natal.
Politikus Partai Gerindra ini berharap, peran aktif pemerintah pusat dan pemerintah daerah diperlukan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan umat beragama.
"Pemda harus memperkuat persatuan dan kebersamaan, kesederhanaan dan tidak konsumtif serta kemanfaatan bagi kehidupan masyarakat," tandas Sodik.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya