MUI Belitung imbau masyarakat gelar salat ghaib doakan korban Lion Air
Merdeka.com - Sudah hari kelima pencarian korban maupun puing-puing pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT610. Burung besi nahas itu jatuh di perairan Tanjung Karawang setelah baru 13 menit lepas landas dari Jakarta ke Pangkalpinang, Senin (29/10).
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengimbau masyarakat di daerah itu menggelar salat ghaib. Kirim doa untuk para korban maskapai berlogo kepala singa tersebut.
"Kami imbau untuk melakukan salat ghaib yang merupakan bentuk ibadah bagi umat muslim yang wafat dalam kondisi yang tidak lazim," kata Sekretaris MUI Belitung, Ramansyah di Tanjung Pandan, Jumat (2/11).
Ia menerangkan, dalam islam ada kewajiban fardhu kifayah terhadap jenazah seperti memandikan, mengafani, menyolatkan, dan menguburkan. Untuk peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 tujuan Jakarta-Pangkalpinang, maka salat Ghaib boleh dilakukan dengan maksud mendoakan para korban yang saat ini belum juga ditemukan.
"Untuk peristiwa ini memiliki hal sama bagi jenazah dengan doa yang kita baca dan yakini, namun dengan catatan jenazah tersebut tidak mungkin lagi ditemukan," ujarnya.
Ramansyah juga mengucapkan bela sungkawa atas musibah tersebut.
"Semoga para keluarga korban tetap sabar dan tabah dan terus berdoa atas cobaan ini," katanya. Dikutip dari Antara.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah melalui surat imbauan nomor 45/0433/II tanggal 1 November 2018 mengimbau kepada seluruh ketua atau pengurus masjdi di daerah itu untuk dapat melaksanakan salat ghaib setelah salat Jumat tanggal 2 November 2018.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya