MUI akan bahas rencana keluarkan fatwa soal politisasi masjid
Merdeka.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengkaji wacana mengeluarkan fatwa terhadap masalah politisasi masjid. Ketua MUI KH Maruf Amin mengatakan hal tersebut dibahas dalam pertemuan Istimah Ulama pada tanggal 7 sampai 20 Mei di Kalimantan Selatan.
"Iya tentu (keluarkan fatwa), akan kita bahas nanti di Istimah Ulama tanggal 7 sampai 10," kata Maruf di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (2/5).
Maaruf menjelaskan dalam Istimah Ulama tersebut akan membahas persoalan hukum, undang-undang, serta kebangsaan dan kenegaraan. Dalam poin terakhir, mencakup di dalamnya mengenai bela negara dan isu politisasi agama.
"Dalam soal kebangsaan dan berkenegaraan itu soal bela negara di mana peran bela negara kemudian politisasi agama akan jadi topik pembicaraan," ucapnya.
Sebelumnya, isu politisasi masjid kembali terangkat dengan pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. Amien, ketika dalam tasyakuran di Balai Kota beberapa waktu silam, mengatakan bahwa masjid maupun pengajian harus disusupi isu politik, mengingat tengah menghadapi momentum pesta demokrasi.
Pernyataan tersebut pun menuai tanggapan dan kecaman. Salah satunya, Tuan Guru Bajang Zainul Majdi. Dia menentang pernyataan Amien apabila masjid menjadi tempat untuk menyuarakan pilihan untuk memilih pilihan politik dan menentang lawannya.
Pihak Istana, melalui Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menuturkan bahwa masjid seharusnya menyiarkan yang baik-baik dan tidak dikotori politik praktis.
"Harus dipisahkan di mana masjid itu sebagai tempat syiarnya hal-hal yang bagus. Jangan dikotori oleh pemikiran-pemikiran yang menyimpang," kata dia Jumat (27/4).
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya