Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

MPR minta BSLM hanya 2 bulan, Menko Perekonomian 5 bulan

MPR minta BSLM hanya 2 bulan, Menko Perekonomian 5 bulan Taufik Kiemas. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Pemerintah akan memberikan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) terkait rencana untuk menaikkan BBM. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufiq Kiemas meminta BLSM tidak dilakukan dalam waktu yang lama.

"Jangan sampai kelamaan bantuannya," ucap Taufiq di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/5).

Menurut Taufiq, waktu paling lama untuk memberikan BLSM adalah dua bulan. "BLSM boleh tapi dua bulan aja. Kalau kelamaan, nyogok rakyat. Jelek juga," tandasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengaku pelaksanaan pemberian BLSM akan berlangsung lima bulan saja. Sebab, jika lebih dari itu telah mendekati waktu pemilu.

"Ya kalau lama tuh 12 bulan, itu lama. Atau 9 bulan itu lama, keburu pemilu nanti. Tapi kalau 5 bulan itu sedang. Ibarat obat, dosisnya pas. Kalau nanti dosisnya enggak pas, masih kena dia. Sakitnya masih ada," tandas Hatta.

"Paling tidak, saya apresiate pandangan pak TK beliau menyadari bahwa itu perlu. Tinggal bicara soal waktu. Kalau bicara berapa lama, lebih enak kita artinya secara terbuka saja bagaimana nih yang terkena ini supaya dan sebelum dia mencapai kestabilannya itu berapa lama diperlukan," pungkasnya. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP