Motif Siswi SMA Keroyok Siswi SMP di Pontianak
Merdeka.com - Kasus pengeroyokan yang dialami ABZ (15), seorang siswi SMP di Pontianak masih terus diusut. Korban dikeroyok oleh siswi SMA di belakang sebuah paviliun.
Hingga kini, polisi telah meminta keterangan tiga siswi SMA terduga pelaku.
Kapolresta Pontianak Kombes Anwar Nasir membeberkan motif para pelaku mengeroyok korban seakan tanpa ampun.
"Permasalahan berawal antara korban dan pelaku sindir menyindir tentang mantan pacar pelaku karena salah satu mantan pacar pelaku itu pacar sepupu korban dan salah satu orang tua pelaku pernah meminjam uang kepada orang tua korban Rp 500.000 sudah dikembalikan namun, korban ini masih suka mengungkit-ngungkit sehingga pelaku tersinggung," jelas Kapolresta kepada wartawan, Rabu (10/4).
Kemudian, lanjut Kapolresta, di hari kejadian tanggal 29 Maret 2019 salah satu pelaku mengirim pesan singkat kepada korban untuk meminta janjian bertemu di belakang paviliun informasi sekitar pukul 14.30.
"Di lokasi jalan Sulawesi, Pontianak Selatan awalnya korban dijemput saksi Dea dan Popo dengan alasan menyelesaikan masalah antara korban dan pelaku. Lalu berbonceng 3 ke lokasi tersebut," tuturnya.
Ternyata di lokasi, sudah menunggu beberapa rekan dari pelaku. Yakni, TR, EC dan LL serta beberapa rekan lainnya yang tidak dikenal korban. "Keseluruhan sekitar 10 orang sedang menunggu," tambahnya.
"Kemudian saudari TR menanyakan ke korban 'kau ada ngomong apa?' tiba-tiba dari belakang EC menyiram kepala korban lalu korban balas jambak rambut EC," beber Kapolresta.
Tidak sampai di situ, EC lantas menendang bagian belakang korban sampai terjatuh. Sambil berusaha berdiri, korban membalas dengan memukul EC. "Lalu EC memukul ke bagian wajah serta kepala korban dan membuatnya terjatuh lagi," jelasnya.
Penganiayaan masih berlanjut. Seperti masih menaruh kekesalan mendalam, EC menginjak perut serta membenturkan kepala korban ke aspal sambil menjambak rambut pada posisi korban di bawah. "Dan korban berhasil berdiri," tuturnya.
Selanjutnya, korban bersama sepupunya Popo langsung melarikan diri menuju jalan dekat Taman Akcaya yakni sekitar 300 meter dari lokasi pengeroyokan. "Lokasinya itu di pinggir jalan, terbuka untuk jalan umum," katanya.
"Kemudian TR, LL dan EC mengejar dan berhasil mencegat korban. Lalu korban turun dari sepeda motor dan TR memperlihatkan chat milik TR sambil memiting leher korban. Kemudian, memukul kepala korban berkali-kali sampai korban terduduk. Kemudian LL datang langsung menendang wajah serta menampar pakai sendal kemudian ke arah wajah korban," beber Kapolresta.
Dalam kondisi korban jatuh terlentang, kelamin ABZ ditekan EC. "Sehingga korban merasa nyeri di bagian itu. Kemudian warga lewat karena kan itu jalan umum dan para pelaku langsung pergi. Korban mengalami bagian kepala dan sakit di badan," tegasnya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya