Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Moeldoko Nilai Masyarakat Saat Ini Lebih Percaya Asumsi Daripada Data

Moeldoko Nilai Masyarakat Saat Ini Lebih Percaya Asumsi Daripada Data Moeldoko di acara groundbreaking pabrik vaksin. ©2020 dok.KSP

Merdeka.com - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyoroti permasalahan di media arus utama maupun media sosial saat ini. Masyarakat dinilai lebih percaya asumsi ketimbang data yang benar.

"Masyarakat post-truth, masyarakat yang lebih percaya pada persepsi dan asumsi, dibanding data dan kebenaran," katanya dalam webinar menjelang Hari Pers Nasional 2021, Minggu (7/2).

Moeldoko meminta media tidak terjebak dan terbawa arus di era post-truth. Apalagi saat ini ruang digital menjadi tidak sehat hingga menjalar ke ruang publik.

"Tolong ini jangan dimanfaatkan wartawan, pemerintah dihadapkan pada efek post truth, ujaran kebencian hingga pola kekerasan di ruang publik, efeknya bisa kita hitung sampai seberapa jauh ruang publik itu tetap sehat," ucapnya.

Moeldoko mengingatkan peran wartawan saat ini tidak mudah. Dia meminta para jurnalis lebih menggembleng diri.

"Tentang peran jurnalis saat ini menghadapi situasi yang tidak mudah, itu tadi saya katakan perlunya kita semakin menggembleng diri," urai Moeldoko.

Selain itu, Moeldoko berpandangan era disrupsi telah mengubah tatanan kehidupan media dan ekonomi media.

"Disrupsi teknologi atau digital sekarang ini memang menjadi game changer karena mengubah perilaku ekosistem informasi," kata mantan Panglima TNI ini.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP