Moeldoko nilai kampanye negatif lebih banyak dimainkan kubu Prabowo-Sandiaga
Merdeka.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Moeldoko mengakui bakal mengevaluasi kampanye kubu inkumben. Hal itu terkait kritikan atas kampanye dua pasangan calon yang banyak membawa politik jargon tanpa subtansi seperti politik sontoloyo, genderuwo.
Salah satu pengkritik adalah Wapres Jusuf Kalla yang menyebut kampanye demikian masuk kategori kampanye negatif. Moeldoko beranggapan justru kubu Prabowo-Sandiaga yang menyebar kampanye negatif.
"Semua ada feedback kalau kita ingin maju selalu begitu ada feedback move lagi ke depan dan seterusnya. Bahwasanya negatif campaign itu lebih banyak dimainkan sebelah," ujarnya di rumah Ma'ruf Amin, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/11).
Kepala Staf Kepresidenan itu menyebut tak hanya TKN Jokowi-Ma'ruf saja yang ingin berkampanye program. Masyarakat pun mendesak kedua kubu adu program. Menurutnya masyarakat menunggu kapan Prabowo kampanye rekam jejaknya.
"Bukan hanya TKN yang menantang, masyarakat melihat emang lu udah berbuat apa sih," imbuhnya.
Terkait pernyataan politik sontoloyo dan genderuwo sendiri, menurut Moeldoko tak menyalahi aturan kampanye, lantaran bukan kampanye hitam.
Dua ucapan tersebut juga gaya Jokowi yang spontan. Sehingga tak perlu dipermasalahkan.
"Bukan bahasa yang direncanakan, itu bahasa spontan," ucapnya.
Diberitakan, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menanggapi polemik pernyataan calon presiden petahana Joko Widodo soal politik genderuwo dan sontoloyo. Dia menilai wajar jika pernyataan kontroversial terjadi di masa kampanye.
"Di mana-mana begitu. Ada tiga macam kampanye, kampanye positif, kampanye negatif, kampanye hitam. Itu yang saling itu kampanye negatif namanya," katanya di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (13/11).
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya