Moeldoko: Meninggal Saat Bertugas Adalah Kebanggaan
Merdeka.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengucapkan duka cita yang mendalam kepada keluarga 53 awak prajurit KRI Nanggala saat melaksanakan tugas. Dia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran.
"Saya Jenderal TNI (Purn) Dr.Moeldoko menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan dan semoga diberikan ketabahan seluruh keluarganya," kata Moeldoko dikutip merdeka.com dalam akun instagramnya, Senin (26/4).
Dia yakin perairan Bali menjadi saksi para kru berjuang dalam tugasnya, dan sebagai patriot bangsa. Moeldoko mengatakan mereka gugur untuk menjaga pertahanan kedaulatan bangsa dan negara.
"Gugurnya patriot ini tidaklah sia-sia mereka telah bertugas bertahun-tahun menjaga pertahanan kedaulatan bangsa dan negara di perairan Indonesia adalah kebanggaan meninggal di saat mereka bertugas," ungkapnya.
"Semoga Allah SWT menerima pengabdian dan pahala mereka di bulan suci Ramadan ini," lanjutnya.
Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan kabar duka terkait tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402. Dia menuturkan, seluruh awak yang berada dalam kapal selam tersebut meninggal dunia. Berdasarkan informasi, ada 53 orang yang berada di dalam KRI Nanggala 402.
"Berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala 402 telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur," tutur Hadi dalam konferensi pers di Badung, Bali, Minggu (25/4).
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya