Modus baru penipuan, catut nama Abu Sayyaf mengaku sandera pelaut
Merdeka.com - Kasus penyanderaan 14 warga negara Indonesia (WNI) oleh kelompok militan Filipina masih lekang dalam ingatan, tapi publik kembali digegerkan berita Abu Sayyaf menyandera 13 WNI lagi. Informasi itu diungkap keluarga pelaut Tugboat Charles 00.
Sontak saja, keluarga langsung menangis mendengar kabar tersebut. Dian Megawati Ahmad (33), istri dari salah seorang ABK Tugboat Charles 00, bernama Ismail mengaku ditelepon suaminya sendiri melalui sambungan telepon.
"Ada nomor lain telpon ke handphone saya, ternyata suami saya yang menelpon, mengabarkan kalau dia disandera Abu Sayyaf di atas kapal," kata Megawati kepada wartawan saat ditemui di rumahnya, di kawasan Sungai Kapih RT 04, Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (22/6).
Tugboat Charles 00 milik perusahaan PT Rusianto Bersaudara asal Samarinda dengan 13 ABK berangkat ke Filipina, menjelang awal Ramadan lalu. Kapal itu, pulang kembali dari Filipina menuju Samarinda, Kalimantan Timur.
Diperkirakan, di tengah perjalanan, dicegat militan bersenjata Abu Sayyaf, yang sebelumnya juga pernah dua kali menyandera kapal Indonesia di perairan yang sama.
"Suami saya minta diberitahukan ke perusahaan (PT Rusianto Bersaudara) bahwa penyandera minta uang tebusan 20 juta ringgit," sebut Megawati, sambil menitikkan air matanya.
"Suami saya bilang ada 13 orang. Tujuh orang di antaranya dibawa ke pulau, tapi sisanya tidak tahu dibawa kemana," terang Megawati.
Agar lebih meyakinkan, pria yang mengaku bernama Ismail itu berusaha membuat Megawati percaya, pelaku mengaku ada enam pelaut yang dibebaskan. Pembebasan itu dilakukan agar penyanderaan untuk menunjukkan eksistensi kelompok tersebut. Pelaku juga berkali-kali menghubungi Megawati sejak pukul 11.00 WITA.
"Saya laporkan penyanderaan ini ke perusahaan. Sempat tidak percaya. Setelah di tracking (dilacak), tugboat berlayar mendekati Tarakan di Kalimantan Utara," kata Dian kepada wartawan yang menemuinya di rumahnya, di Sungai Lais, Sambutan, Samarinda, Rabu (22/6) malam.
"Suami saya bilang iya, benar. Enam orang dari 13 yang di atas tugboat, disuruh berlayar penyandera. Makanya di-tracking perusahaan, mengarah ke Tarakan," ujar Dian.
Elona, istri ABK Robin, juga menerangkan yang sama. Elona, yang kini tengah berkumpul bersama istri ABK lain di kediaman Dian, masih menanti kepastian kabar suaminya.
"Suami saya tidak bisa dihubungi nomor handphone-nya. Tentu saya dan istri lain di sini cemas," sebut Elona.
Mendapat kabar tersebut, TNI dan pemerintah langsung bertindak. (mdk/tyo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya