Modal Printer, Sekuriti RS di Samarinda Bikin Surat Bebas Covid-19 Palsu
Merdeka.com - Ardhani (40), sekuriti salah satu RS di Samarinda, Kalimantan Timur, dibekuk polisi bersama dua temannya, Jeri (19) dan Lodri (19). Ketiganya dijebloskan ke penjara, gegara kasus pemalsuan surat bebas Covid-19 rapid antigen, di Pelabuhan Samarinda.
Kasus itu terbongkar Minggu (7/2) siang lalu. Lodri (19) dan Jeri (19), saat itu terjaring skrining surat rapid antigen yang dilakukan petugas kantor kesehatan pelabuhan (KKP) Kelas II Samarinda. Diduga kuat keduanya menggunakan surat hasil rapid antigen palsu.
"Keduanya itu calon penumpang kapal ke Parepare. Dari temuan itu, petugas KKP koordinasi ke kami, dan kami lakukan penyelidikan," kata Kapolsek Kawasan Pelabuhan Samarinda Kompol Aldi Alfa Faroqi, di kantornya, Jalan Yos Sudarso, Rabu (10/2).
Dari keterangan Lodri dan Jeri, keduanya mengakui membawa surat rapid antigen palsu. Penyelidikan polisi mengarah ke Ardhani, yang tinggal di Loa Janan Ilir Samarinda.
"Kedua calon penumpang itu tahu kalau mereka membawa hasil rapid antigen palsu dari pelaku A (Ardhani). Mereka tetap membayar Rp 150 ribu per surat hasil rapid,' ujar Aldi.
"Dari rumah pelaku A, kami amankan CPU dan mesin printer, dan uang tunai sisa Rp 90 ribu. Awalnya dia mengantongi Rp 450 ribu, tapi digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Pelaku A ini, honorer di salah satu rumah sakit di Samarinda, sebagai sekuriti," tambah Adi.
Dari pernyatan Ardhani, telah 9 kali mencetak surat antigen palsu, dari Januari 2021. "Kami masih dalami, sudah berapa banyak semua rapid antigen palsu yang dibuat pelaku A. Dari kasus ini, kami terapkan pasal 263 (1), dan atau pasal 268 KUHP junto pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara," jelas Aldi.
Dalam kesempatan itu, Kepala KKP Kelas II Samarinda Solihin menerangkan, petugas KKP memang melakukan skrining surat rapid antigen, bagi calon penumpang.
"Asli tidaknya, diketahui dari tanda tangan, stempel dan melalui scanning tanda tangan. Bisa dibayangkan, kalau ada satu positif punya hasil rapid antigen palsu. Itu sangat membahayakan orang lain di sekitarnya," tandasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya