Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Misteri manggis dan beterai yang mudah terbakar di MH370

Misteri manggis dan beterai yang mudah terbakar di MH370 Ilustrasi Malaysia Airlines. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Berbagai spekulasi terus bermunculan terkait hilangnya pesawat Malaysia Airlines penerbangan MH370. Sejak hilang dua pekan lalu, sejumlah dugaan terus bermunculan mulai dari pembajakan sampai pesawat meledak.

Fakta terbaru adalah bahwa pesawat jenis Boeing 777-200 tersebut membawa baterai ion litium. Baterai itu diketahui mudah terbakar di dalam kargo pesawat. Kenyataan ini kembali memicu spekulasi bahwa kebakaran mungkin menjadi penyebab hilangnya pesawat.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Malaysia Airlines, Ahmad Jauhari. Padahal ia sempat menyangkal pesawatnya membawa barang-barang berbahaya.

Saat ini pihak berwenang Malaysia telah menyelidiki kargo pesawat. Tapi tidak menganggap baterai itu sebagai barang berbahaya, meskipun menurut peraturan menyatakan barang seperti itu digolongkan berbahaya, sebab baterai tersebut telah dikemas sesuai peraturan keselamatan.

Pengakuan itu kembali menimbulkan sorotan terkait teori menyebut Boeing 777 itu mengalami gangguan akibat kebakaran yang membuat para awak dan penumpangnya tidak sadar setelah menghirup asap beracun.

Baterai ion litium seperti yang digunakan dalam telepon seluler dan komputer jinjing telah menjadi penyebab sejumlah kebakaran di beberapa pesawat. Bahkan telah membuat pesawat jatuh dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Administrasi Penerbangan Federal (FAA) yang bermarkas di Amerika Serikat, baterai ion litium yang dibawa ke dalam kargo atau bagasi telah bertanggung jawab atas lebih dari 140 insiden kecelakaan antara Maret 1991 sampai 17 Februari tahun ini. Ini seperti dilaporkan situs Malaysiakini.

Billie Vincent, mantan kepala keamanan untuk Administrasi Penerbangan Federal (FAA), mengatakan pengungkapan itu kembali menegaskan keyakinannya bahwa kebakaran dimulai di bagian kargo, menghancurkan sistem komunikasi pesawat kemudian mengisi kabin dengan asap beracun. Dia mengatakan insiden seperti itu telah membuat panik para penumpang dan mungkin telah memberikan pilot kesempatan mengalihkan pesawat untuk pendaratan darurat.

"Kami membawa beberapa baterai ion litium kecil, mereka bukan baterai besar dan barang itu pada dasarnya disetujui di bawah peraturan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) terkait barang-barang berbahaya," kata Ahmad Jauhari, saat menjawab pertanyaan di sebuah jumpa pers di Kuala Lumpur.

"'Mereka (baterai ion litium) bukan barang berbahaya, tetapi dalam istilah mereka, ini dinyatakan sebagai barang-barang berbahaya di bawah ICAO," lanjut dia.

Dia menegaskan pihaknya telah memeriksa beberapa kali untuk memastikan mereka telah mematuhi pedoman-pedoman. "Maskapai melakukan itu sepanjang waktu, bukan hanya pada Malaysia Airlines. Barang seperti itu diterbangkan oleh banyak maskapai dalam kargo mereka, di mana didasarkan pada peraturan ICAO," jelas dia.

Ketika ditanya awal pekan ini apakah ada barang berbahaya di dalam kargo MH370, Jauhari mengatakan tidak ada. Dia menjelaskan MH370 memang membawa tiga sampai empat ton buah manggis.

Enam bulan sebelumnya, baterai litium terbakar di dalam pembersih udara salah satu penumpang pesawat. Insiden itu membaut ICAO memperkenalkan aturan baru pada tahun lalu yang menyatakan setiap kargo dengan lebih dari dua baterai ion litium harus dikemas di bawah peraturan barang-barang berbahaya.

(mdk/has)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP