Misteri keris Kyai Nogo Siloeman milik Pangeran Diponegoro

Reporter : Titis Widyatmoko | Senin, 4 Juni 2012 15:57




Misteri keris Kyai Nogo Siloeman milik Pangeran Diponegoro
penangkapan diponegoro. merdeka.com/raden Saleh

Merdeka.com - Salah satu lukisan paling fenomenal karya Raden Saleh adalah "Penangkapan Pangeran Diponegoro." Lukisan itu ikut dipamerkan di Galeri Nasional mulai Minggu (3/6) hingga 17 Juni mendatang.

Masterpiece karya Raden Saleh ini menggambarkan proses penangkapan Pangeran Diponegoro oleh Jenderal Hendrik Merkus de Kock, panglima tertinggi militer Hindia Belanda di Jawa. Raden Saleh tidak terlibat dalam Perang Diponegoro karena dia masih kecil.

Pada saat Diponegoro ditangkap, Raden Saleh berada di Eropa. Sejarawan Harsja Bachtiar menduga, ilham bagi Raden Saleh melukis penangkapan Diponegoro itu dari berita singkat yang muncul di De Javasche Courant, 3 Februari 1855. Berita itu isinya tentang kematian Pangeran Diponegoro di Makassar.

Raden Saleh memang belum pernah bertemu dengan Diponegoro. Tetapi satu hal yang mendekatkannya dengan pemimpin perang dan spiritual Jawa itu adalah perjumpaan Raden Saleh dengan keris Kyai Naga Siloeman. Keris ini adalah milik Diponegoro yang disebut-sebut ibu dari segala pusaka di Jawa.

Pada saat Diponegoro ditangkap, keris itu disita Belanda. Menurut Werner Kraus dalam Raden Saleh, interpretation of the Arrest of Diponegoro, sebelum dikirim ke Belanda, keris pusaka itu ditunjukkan kepada salah satu panglima Diponegoro, Sentot Alibasha. Sentot membenarkannya dengan tanda tangan dan catatan dalam huruf Jawa.

Keris itu dikirim ke Raja Willem 1 di Belanda. Rupanya, sang raja tidak tertarik dengan ibu dari segala pusaka di Jawa itu. Di samping, sang raja harus menghadapi persoalan pemberontakan Belgia. Dia mengirim pusaka itu ke Koninklijk Kabinet van Zeldsaamheden, kabinet untuk pusaka-pusaka.

Direktur kabinet van de Kasteele tidak bisa membaca catatan Sentot. Tetapi dia butuh teks untuk katalog. Dan satu-satunya orang Jawa yang bisa membaca catatan Sentot itu di Belanda adalah Raden Saleh!

Saleh menulis catatan kecil tentang ibu dari pusaka Jawa itu pada 17 Januari 1831. "Kyai berarti Guru. Seseorang yang menjadi bagian dari penguasa disebut demikian. Nogo adalah ular mistis yang dipercaya memakai mahkota. Siloeman, selalu dihubungkan dengan kepercayaan atas kekuatan supranatural, seperti membuat diri sendiri tidak terlihat. Nama keris Kyai Nogo Siloeman mempunyai arti, apabila memang memungkinkan untuk diterjemahkan mengingat betapa luar biasanya pengaruh keris ini, Raja Naga berkekuatan magis.

Bisa dibayangkan perasaan seorang anak muda Jawa yang berada ribuan kilometer dari asal usulnya menyaksikan ibu dari segala pusaka di Jawa, Kyai Nogo Siloeman. Saat ini, keris itu sudah tidak ada lagi di Belanda. Apakah keris itu kembali sendiri ke Jawa, atau dipinjam oleh Raden Saleh, masih jadi misteri.

Yang jelas masih ada hingga sekarang adalah lukisan "Penangkapan Pangeran Diponegoro". Lukisan yang aslinya bernama "Lukisan Bersejarah, Penangkapan Pemimpin Jawa Dipanagara" itu disimpan di Istana Merdeka, Jakarta, dan dipamerkan pada 3-17 Juni di Galeri Nasional.

[tts]

KUMPULAN BERITA
# Mistis# Raden Saleh

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Hashim: Fadli Zon pimpinan DPR, Ketua MPR dari Demokrat
  • Vonis bipolar dr Richard, dijawab hasil second opinion Marshanda
  • Repot dandan, anggota DPR ini absen upacara di Lubang Buaya
  • Idul Adha, Yulia Rachman Siap Pergi ke Gaza
  • Wali Kota Solo tolak anggaran pembelian tablet DPRD
  • 4 Gejala kandung kemih yang terlalu aktif
  • SBY: Saya tidak punya niat buruk, apalagi menipu
  • Kereta Kalijaga Solo-Semarang tak jadi berhenti beroperasi
  • Dihujat haters, Robert Pattinson - FKA Twigs malah makin mesra
  • Hari-hari terakhir jelang lengser yang bikin resah SBY
  • SHOW MORE