Misbakhun yakin 3 surat Sri Mulyani buat SBY kesulitan
Merdeka.com - Mantan anggota Pansus Bank Century DPR, Mukhamad Misbakhun, menyatakan tiga bukti surat Menkeu/Ketua KSSK Sri Mulyani telah membantah keterangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahwa sang kepala pemerintahan saat itu tidak pernah dilaporkan tentang proses penyelamatan Bank Century.
Oleh karenanya, Misbakhun meyakini, SBY dibuat sulit oleh beredarnya 3 surat tersebut ke publik.
"Terungkapnya 3 dokumen surat Sri Mulyani kepada SBY sebagai presiden ketika itu soal proses bailout Bank Century, membuat SBY kini dalam posisi sulit," kata Misbakhun lewat buku karyanya 'Sejumlah Tanya Melawan Lupa; Mengungkap 3 Surat SMI kepada Presiden SBY', Selasa (18/8).
Anggota Komisi XI DPR ini mengatakan, selama ini fakta bahwa SMI selalu melaporkan kepada SBY tentang proses penyelamatan Century itu selalu dibantah oleh SBY sendiri.
"Namun dengan terkuaknya surat-surat Sri Mulyani tersebut, mengindikasikan kalau selama ini SBY sudah berbohong," tegas politikus Golkar ini.
Oleh karena itu, tegas Misbakhun, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus menyelesaikan mega skandal Rp 6,7 triliun ini hingga tuntas. Menurutnya, KPK tidak boleh berhenti setelah mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya divonis Mahkamah Agung dengan 15 tahun penjara.
"Yang harus juga menjadi perhatian KPK adalah bahwa Budi Mulya bukan pelaku utama Bank Century. Seolah-olah dengan vonis yang diterimanya pengungkapan kasus Bank Century sudah selesai," ujarnya.
"FPJP terkait banyak orang karena melibatkan Gubernur BI, Ketua KSSK dan sebagainya. Penyelesaian kasus ini jangan terhambat oleh keengganan KPK ataupun permasalahan di luar substansi," imbuhnya.
Misbakhun menyatakan kasus Century harus diselesaikan hingga ke aktor utamanya agar pemikiran bahwa terdapat siklus 10 tahunan yang berkaitan dengan persoalan perbankan, hanya akan menjadi mitos.
"Kasus BLBI dan kasus Century tidak boleh terulang lagi," tegasnya.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya