Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Miris, ratusan petugas medis di RSUD Mukomuko kerja tanpa gaji

Miris, ratusan petugas medis di RSUD Mukomuko kerja tanpa gaji Ilustrasi (suasana di RSUD Koja). pramirvan.©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Miris, ratusan tenaga medis yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Mukomuko, Bengkulu bekerja tanpa digaji. Mereka hanya mendapatkan imbalan yang dibayarkan setelah menjalankan piket pada siang atau malam hari.

"Sebanyak 300 orang petugas di RSUD ini berstatus sebagai tenaga kerja sukarela, sehingga mereka bekerja tanpa gaji," kata Direktur RSUD Kabupaten Mukomuko Enris Marlinda, di Mukomuko, Kamis (19/5), demikian dilansir Antara.

Marlinda menyebutkan, hanya sekitar 78 orang petugas kesehatan yang terdiri dari dokter, bidan, perawat, dan staf tata usaha yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Dia menegaskan pula, sebanyak 300 orang petugas kesehatan di RSUD ini bekerja dengan keinginan sendiri, tanpa ada paksaan dari pihak mana pun.

"Karena itu, mereka bersedia bekerja tanpa mendapat imbalan gaji setiap bulannya," ujarnya lagi.

Namun, katanya, mereka itu masih mendapatkan uang piket. Karena di RSUD ini ada sistem piket, sehingga mereka diakomodir dalam kegiatan ini, termasuk jasa pelayanan. Setiap petugas kesehatan yang mendapat giliran piket pada siang maupun malam hari, katanya pula, mendapatkan uang sebesar Rp25.000 per orang.

"Hanya uang jasa yang diterima petugas kesehatan tersebut karena tidak ada anggaran untuk membayar gaji mereka setiap bulan," ujarnya lagi.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP