Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Miris nasib Rohingya, Komnas HAM ancam cabut nobel Aung San Suu Kyi

Miris nasib Rohingya, Komnas HAM ancam cabut nobel Aung San Suu Kyi Muslim Rohingya. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Penindasan terhadap muslim Rohingya masih terjadi. Baru saja pemerintah Myanmar mengerahkan pasukannya ke kampung Rohingya, Provinsi Rakhinem, Myanmar. Puluhan orang tewas saat pasukan pemerintah menyerbu.

Kondisi ini membuat Komisi Nasional Hak asasi Manusia (Komnas HAM) menentang pencabutan penghargaan nobel diterima tokoh politik Myanmar, Aung San Suu Kyi.

"Apabila Pemerintah Myanmar tidak memperhatikan seruan untuk menghentikan aksi pelanggaran HAM ini, Komnas HAM akan meminta Komite Nobel Perdamaian untuk mencabut nobel yang pernah diterima Aung San Suu Kyi pada 1991," kata Wakil Ketua Internal Komnas HAM Ansori Sinungan, Rabu (23/11).

Sejauh inio, Komnas HAM berpedoman pada tiap prinsip kemanusiaan universal. Untuk itu pihaknya bakal intervensi untuk membebaskan kelompok masyarakat sipil dari kekerasan negara, dan pelanggaran hak asasi manusia.

"Komnas HAM mengecam aksi militer yang telah dilakukan oleh pemerintah Myanmar sehingga telah mengakibatkan jatuhnya ratusan korban jiwa dan ribuan penduduk terusir dari negara asal mereka," jelasnya.

(mdk/ang)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP