Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Miris, dalam gubuk reot pria gangguan jiwa dirawat si buta & si bisu

Miris, dalam gubuk reot pria gangguan jiwa dirawat si buta & si bisu I Wayan Labek dirawat kedua saudaranya yang buta dan bisu dalam gubug reot. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Siang tadi cuaca begitu cerah, panas sinar matahari sedikit menetralkan udara dingin di ‎Desa Susut Kaja, Kabupaten Bangli di Bali, Senin (7/9). Bersama rombongan Gubernur Bali, pandangan tertuju pada sebuah gubuk reot di antara celah gang yang penuh berdebu.

Gubuk ini dihuni tiga orang yakni I Wayan Labek (47) yang sudah 15 tahun menderita gangguan jiwa. Lebih menyentuh hati lagi, pria paruh baya itu selama ini dirawat oleh kedua saudaranya yang mengalami kebutaan dan bisu sejak lahir.

Begitu Gubernur Made Mangku Pastika masuk gubuk reot ini, sejenak hanya bisa menghela napas dan terdiam. Nampak rasa sedih dalam raut wajahnya, terlebih lagi saat dirinya disapa oleh Ni Made Gendok dan I Ketut Lapar yang keduanya menderita cacat bisu dan buta sejak lahir.

"Saya berharap aparatur desa setempat di Bali membuka mata. Mari kita saling menolong," ucap Pastika lirih seakan tidak percaya hingga belasan tahun tidak tersentuh oleh pemerintah kondisi kemiskinan keluarga ini.

i wayan labek dirawat kedua saudaranya yang buta dan bisu dalam gubug reot

Labek yang mengalami gangguan jiwa ini, kesehariannya dirawat oleh adiknya yang buta dan bisu. Bahkan kedua adiknya tidak memiliki pekerjaan, untuk makan hanya berharap dari belas kasihan warga di desa ini.

Pekerjaan yang dijalani kedua adiknya yang buta dan bisu ini hanya memijat. "Orang yang minta dipijat oleh Gendok bukan karena ingin dipijat, tidak lebih hanya kasihan saja. Karena kalau diberi uang cuma-cuma, keluarga ini pantang menerimanya," ungkap salah seorang warga setempat.

Pastika sangat prihatin dengan kondisi yang dialami keluarga Labek tersebut. "Saya bersyukur ini sudah ada yang mau membantu, tapi kalau kondisinya sama-sama susah, inilah yang harus menjadi tanggung jawab pemerintah, karena fakir miskin adalah tanggung jawab kita," tegas Gubernur.

Pada kesempatan ini Pastika menyerahkan bantuan berupa beras dan sembako serta uang tunai yang diharapkan mampu untuk meringankan beban keluarga tersebut sementara sembari menunggu bantuan selanjutnya.

"Kalau saya melihat rumahnya ini perlu kita rehab dan dibersihkan sehingga lebih layak dari saat ini," tegurnya kepada kepala lingkungan setempat. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP