Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Minta maaf lewat surat, Ketut ditemukan tewas tergantung oleh ibunda

Minta maaf lewat surat, Ketut ditemukan tewas tergantung oleh ibunda Ilustrasi gantung diri. ©shutterstock.com

Merdeka.com - Ni Nengah Suri (50) langsung jatuh pingsan setelah mendapati putranya tergantung di atas pohon Bayur di pekarangan rumahnya. Sontak kejadian ini membuat geger warga setempat di Banjar Glogor Desa Pikat, Kabupaten Klungkung Bali, Jumat(13/1).

Korban yang diketahui bernama Ketut Remiadi (22), belakangan ini oleh keluarga terlihat murung. Diduga alami depresi hingga nekat mengambil jalan pintas dengan cara gantung diri di atas pohon setinggi 30 meter.

Dari pemeriksaan sementara pihak kepolisian dan tim dari rumah sakit, mayat yang ditemukan sudah dalam keadaan membiru itu diperkirakan sudah meninggal sejak dua hari lalu.

Informasinya, saat itu ibu korban sedang menghaturkan banten jot (sajen). Saat melintas di bawah pohon Bayur, Suri tangannya ketetesan cairan seperti darah dan berbau busuk. Saat menoleh ke atas, dilihat ada mayat tergantung yang tidak lain adalah putranya sendiri.

Saat itu dirinya langsung teriak dan lemas bersimpuh di tanah tepat di bawah pohon Bayur tempat anaknya gantung diri. Warga bersama keluarga yang datang ke lokasi langsung naik ke atas pohon untuk selanjutnya menghubungi pihak Polsek Dawan di Klugkung.

Diyakinkan pihak keluarga bahwa korban sudah menghilang sejak dua hari lalu. Hal tersebut dianggap biasa lantaran korban kerap keluar rumah tanpa memberi kabar.

"Anak saya sempat pergi tidak bilang kemana. Kita temukan surat isi tulisannya hanya minta maaf saja. Dia tulis 'Maafkan aku warga Glogor, keluarga dan sahabat'. Hanya itu saja pesan yang ditulis," ungkap Suri.

Menurutnya, jenazah sang anak akan segera dikuburkan dan tidak dilakukan pengabenan (kremasi) terlebih dahulu.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP