Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Minta kekerasan dihentikan, DPR pergi ke Papua

Minta kekerasan dihentikan, DPR pergi ke Papua Kostrad. merdeka.com/imageshack.us

Merdeka.com - Penembakan dan kekerasan di Papua terus menerus terjadi. DPR menyatakan kekerasan di Papua harus dihentikan.

"Bikin efek jera, hukum juga berjalan," ujar wakil ketua DPR, Priyo Budi Santoso, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/6).

Dia pun menyatakan keprihatinannya terhadap kejadian di Papua. Maka dari itu, DPR meminta aparat keamanan lebih tegas lagi dalam menindak dan memburu pelaku.

"Kita minta aparat keamanan, lebih tegas lagi untuk menindak dan memburu sang pembuat onar. Siapa pun dia apakah dia aparat atau gadungan masyarakat sipil. Siapa pun tangkap karena sudah meresahkan masyarakat secara luas," imbuhnya.

Pimpinan DPR sudah menyetujui Komisi I untuk melakukan kunjungan ke Papua. Hal ini dilakukan untuk memonitor apa yang sebenarnya terjadi di Papua.

"Maka kita menyetujui dan mengatakan akan mengunjungi secara spesifik ke sana. Saya sudah meneken, minggu depan mereka akan kita kirim untuk memonitor apa yang terjadi. Papua kita harus baik. Keamanan harus ditegakkan, pembuat onar harus diberantas," terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi, I TB Hasanudin membenarkan jika komisi I akan melakukan kunjungan ke Papua. Rombongan komisi I sebanyak 7 orang dan dipimpin oleh Ketua komisi, Mahfud Siddiq akan berangkat nanti malam. Fokus masalah yang ditangani di sana adalah situasi terakhir gangguan di Papua yang semakin memuncak.

"Nanti malam tim komisi I ke Papua, yang pimpin pak ketua," ujar TB di gedung DPR. (mdk/war)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP