Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Minta dirut Pelindo II dicopot, SP JICT teriak-teriak di DPR

Minta dirut Pelindo II dicopot, SP JICT teriak-teriak di DPR SP JICT ke DPR. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum Serikat Pekerja Jakarta Internasional Container Terminal (SP-JICT) Nova Sofyan Hakim menyampaikan banyak hal berkaitan dengan persoalan yang terjadi di JICT. Terutama masalah perpanjangan konsesi JICT 2019-2039, yang ingin digalakkan oleh PT Pelindo II.

Hal tersebut disampaikan saat ke rombongan SP JICT di Gedung DPR yang diterima oleh pimpinan FPDIP, Alex Lukman, serta utusan fraksi-fraksi seperti Rieke Diah Pitaloka dan Abidin Fikri dari Komisi IX, Dwi Ria Latifa dari komisi III serta Arif Wibowo dari Komisi II.

Hal ini ini dilakukan agar permintaan tersebut membuat Fraksi PDI Perjuangan menolak konsesi JICT yang dilakukan Dirut PT Pelindo II, RJ Lino kepada Hutchison Port Holdings (HPH).

SP JICT, menurut Nova, telah melakukan berbagai upaya menentang konsesi, tapi yang mereka terima adalah pembungkaman dari Pelindo II di bawah kepemimpinan RJ Lino. Seperti memecat karyawan hingga memutasi pekerja yang menolak konsesi.

"Apa yang dilakukan Pak Lino, bukannya memediasi tapi dia lakukan berusaha membawa karyawan Pelindo menggantikan kami. Dia mendatangkan aparat. Begitu cara yang dilakukan RJ Lino. Akhirnya kami kirim surat ke DPR dan DPR menyambut baik permasalahan kami," kata Nova di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/9).

Karena itu, atas nama SP JICT, Nova menyatakan tuntutan menolak perpanjangan konsesi JICT, karena SP menilai dominasi asing di anak perusahaan PT Pelindo II itu harus diakhiri dan ke depan cukup dikelola sendiri oleh Pelindo II.

"Kami minta konsensi ini dibatalkan perpanjangannya. Biarkan berakhir sampai 2019, jangan diperpanjang sampai 2039. Kami mengatakan saat ini tidak ada urgensinya memperpanjang konsesi. Katanya karena Pelindo tidak sanggup mengelola sendiri, mungkin direkturnya yang tidak sanggup," tegas Nova.

Tuntutan ini mendapat atensi serius dari FPDIP, sampai-sampai menggelar rapat terbatas untuk membahas rekomendasi fraksi. Di sela-sela itulah SP JICT yang hadir di ruang KK-II kompleks Parlemen menyanyikan yel-yel "Tolak Konsesi, Copot si Lino,".

SP JICT juga menyinggung upaya penegakan hukum yang dilakukan Bareskrim Polri dalam mengungkap kasus dugaan korupsi dwelling time hingga proyek mobile crane Pelindo II. Namun mereka menyayangkan kasus tersebut kalau sampai memakan "korban", yakni pencopotan Kabareskrim Polri, Komjen Budi Waseso.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP