Minta Dikirimi Foto Cantik Penumpang, Sopir BST Akhirnya Dipecat
Merdeka.com - Sopir bus Batik Solo Trans (BST) yang viral karena meminta kiriman foto berpose cantik salah satu penumpang akhirnya diberhentikan. Kabar pemecatan sopir BST disampaikan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat bertemu wartawan di Balai Kota Solo, Kamis (23/12).
"Saya sudah ke kantor BST, hasilnya sudah keluar, sopirnya sudah dipecat," ujarnya.
Sebelum diberhentikan, pengemudi BST itu hanya diberikan surat peringatan (SP) dan skorsing tiga hari dari pengelola. Menurut Gibran, sanksi itu sangat ringan dan tak akan memberikan efek jera.
"Harus ada evaluasi jangan sampai kasus ini terulang lagi. Evaluasi yang harus dilakukan itu di operatornya," tandasnya.
Evaluasi Jelang Penambahan Koridor
Gibran menegaskan, evaluasi terhadap operator sangat penting dilakukan. Apalagi dalam waktu dekat, lanjut dia, akan ada penambahan koridor BST.
"Dalam waktu dekat ini koridor BST akan ditambah, jadi harus ada evaluasi," katanya.
Gibran menyatakan, pengelola harus lebih selektif dalam rekrutmen sopir ke depan. Tugas seorang sopir harus benar-benar melayani. Selain itu, kata dia, perlu ada bimbingan lebih lanjut.
"Tidak bisa cara-cara kerja di tempat lama diterapkan di tempat baru. Itu saja, jangan seperti sekarang, karena itu malu-maluin," tegasnya.
Gibran yang geram dengan kasus pengemudi BST menilai apa yang dilakukan sopir terhadap penumpangnya sebagai tindak pelecehan verbal, sehingga dibutuhkan sanksi tegas, tidak hanya skorsing beberapa hari.
Agar kasus itu tak terulang, Gibran meminta masyarakat khususnya penumpang yang pernah menjadi korban segera melapor. Ia berjanji Pemkot akan langsung bertindak cepat jika ada laporan masuk.
Gibran menyadari, tidak semua sopir BST berperilaku seperti itu, karena sebelumnya juga ada sopir yang viral saat membantu lansia.
"Tapi sing elek yo akeh (yang jelek juga banyak), tidak responsif pada complain warga," ucapnya.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya