Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Minim fasilitas, siswa SD di Kupang tiga bulan tak bisa belajar

Minim fasilitas, siswa SD di Kupang tiga bulan tak bisa belajar Siswa SDN Oefafi. ©2016 Merdeka.com/Ananias Petrus

Merdeka.com - Siswa kelas satu dan dua di SDN Oefafi, Kecamatan Kupang Timur, Nusa Tenggara Timur, kini hanya bisa bermain di halaman sekolah pada saat proses belajar mengajar sedang berjalan. Selama tiga bulan terakhir, para siswa pun tanpa wali kelas setelah Adi Melijati Tamenu dipecat kepala sekolah, lantaran meminta gajinya yang belum terbayarkan selama tiga tahun.

Para siswa yang seharusnya duduk di kelas untuk mendapatkan pelajaran, malah bermain hingga jam pulang sekolah. Jika dipaksa masuk kelas, siswa-siswi itu hanya bisa duduk dan bercanda dengan satu sama lain di dalam kelas, tanpa guru.

Seperti pengakuan Cyintia, salah satu siswi kelas dua ini, bahwa mereka setiap hari hanya bermain tanpa belajar, karena guru yang memberikan mata pelajaran sudah keluar. "Dulu ada guru, ada tapi sudah keluar, jadi kami bermain saja pak," kata Cyintia dengan nada polos, Senin (7/3).

Anak-anak ini masih sangat membutuhkan pendampingan dan pengajaran yang intensif agar bisa mencapai kemampuan yang maksimal. Untuk mengisi kekosongan yang ada, seorang tenaga honor yang ditugaskan di perpustakaan sekolah atas nama Simeon Noman, didaulat untuk menggantikan posisi Melijati.

Walau demikian, kondisi proses belajar mengajar pun tak berjalan baik. Karena ketiadaan alat tulis, serta banyaknya anak anak yang pulang lebih awal lantaran tidak adanya wali kelas yang membimbing mereka.

"Kesulitan yang saya alami dari yakni, dari alat tulis menulis tidak ada. jadi yang saya pakai ini, saya beli sendiri. Sudah tidak dapat gaji lagi ambil uang sendiri di dompet untuk beli. Jadi pas tidak ada spidol ya saya duduk diam di kelas," katanya.

Simeon juga mengaku, belum mendapatkan gaji selama tiga tahun terakhir. Dirinya jua kaget dengan pemecatan Melijati yang dikenalnya sangat rajin dan tekun menjalankan tugasnya sebagai tenaga pengajar.

"Saya hanya dapat informasi jika sebelum dipecat, ibu Melijati sempat mengirimkan pesan singkat kepada bendahara, dan bertanya tentang pengelolaan dana BOS," ungkap Simeon.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP