Mimpi Jokowi teruskan perjuangan Soekarno merdekakan Palestina
Merdeka.com - Sejak era Soekarno, Indonesia telah memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Indonesia ingin Palestina menjadi negara merdeka dan lepas dari jajahan Israel.
Saat menggelar Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 1955 di Bandung Jawa Barat, Soekarno dalam pidatonya menyinggung betapa kejinya sebuah kolonialisme. "Kolonialisme adalah suatu hal yang sangat jahat dan harus diberantas dari muka bumi," kata Soekarno di hadapan banyak kepala negara kala itu.
60 Tahun berlalu, sekarang Indonesia kembali menggelar peringatan KAA. Salah satu isu yang akan diangkat adalah memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Menurut Direktur Kerja sama Intra kawasan ASPASAF, Ferdy Piay, diadakannya KAA pada 1955 lalu adalah untuk memperjuangkan kemerdekaan. "Sedangkan saat ini hanya satu negara yang belum merdeka di sekitar Asia Afrika, yaitu Palestina," ujarnya.
Rencana Jokowi mendukung penuh kemerdekaan Palestina langsung membuat terkejut Amerika Serikat. Seperti diketahui, AS selama ini tak mendukung kemerdekaan Palestina.
Kepala Staf Presiden Luhut Panjaitan telah berkunjung ke Amerika Serikat awal Maret lalu. Kedatangannya ke negeri Pam Sam itu, Luhut ingin menyampaikan secara langsung kepada pemerintahan Amerika bahwa Indonesia akan mendeklarasikan dukungan kemerdekaan Palestina di Konferensi Asia Afrika 18-24 April ini.
"Awal bulan Maret lalu, saya berkunjung ke Gedung Putih, Kantor Kepresidenan Amerika Serikat. Di sana, saya bertemu dengan Kepala Pusat Keamanan Amerika Susan Rice. Kepada beliau, saya nyatakan bahwa Indonesia punya sikap ingin melihat Palestina merdeka," ujar Luhut, Senin (20/4).
Menurut Luhut, saat itu reaksi Susan sangat terkejut. Sebab, Amerika sendiri tidak mendukung Palestina untuk merdeka.
"Reaksi Susan Rice saat itu terkejut karena Amerika tidak mengakui adanya Palestina. Tapi saya katakan bahwa itulah sikap dari Presiden Joko Widodo untuk Palestina. "Supaya anda tidak kaget, kami akan mendukung Palestina menjadi anggota PBB dan ingin membuka Kedutaan di Ramallah, kata saya waktu itu," kisah Luhut.
Indonesia kini mencoba memainkan peran sebagai juru damai bagi kemerdekaan Palestina. Palestina sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, maka itu didorong supaya Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika menghasilkan dukungan terhadap kemerdekaannya.
"Kita juga berharap Palestina menjadi anggota PBB penuh," ujarnya.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya