Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Migrant Care harap pemuka agama di Arab bisa berperan cegah hukuman mati

Migrant Care harap pemuka agama di Arab bisa berperan cegah hukuman mati Ilustrasi Hukuman Mati. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah mengkritisi sikap Pemerintah Arab Saudi mengulang eksekusi mati bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara diam-diam atau tanpa pemberitahuan. Negara yang dipimpin Raja Salman bin Abdulaziz al Saud itu dinilai tidak menghormati hukum internasional.

Faktor lain yang menjadi sorotan Migrant Care adalah pemuka agama setempat. Saat menghadiri acara tahlil dan doa bersama di kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Anis berharap pemuka agama di Arab mampu mengajak warga lebih berbesar hati sehingga hukuman mati tidak terus menerus terjadi.

"Kita memang tidak bisa mengatur negara orang lain, cuma andai saja pemuka agama di sana bisa melunakkan masyarakat di sana agar misalnya mau memaafkan supaya kejadian seperti ini tidak terus terulang," ujar Anis, Selasa (20/3).

Anis juga menyinggung organisasi masyarakat yang selama ini membawa bendera ormas keagamaan di Indonesia. Mereka diharapkan ikut menyuarakan dan mengkritisi kasus semacam ini.

Diketahui, pemerintah Indonesia kembali dikejutkan dengan adanya eksekusi mati terhadap TKI bernama Zaini Misrin lantaran dianggap telah membunuh sang majikan. TKI asal Bangkalan, Madura itu dijatuhi vonis mati tahun 2008.

Pemerintah Indonesia pun berupaya melakukan diplomasi dengan Arab Saudi hingga tingkat tertinggi antara Presiden Joko Widodo dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al Saud. Eksekusi pun sempat tertunda sambil pemerintah Indonesia melakukan upaya hukum banding, dan peninjauan kembali.

Namun, saat upaya hukum masih bergulir, Pemerintah Arab Saudi justru melakukan eksekusi mati.

Di satu sisi, mengenai eksekusi mati tidak ada aturan bagi Pemerintah Arab Saudi menginformasikan waktu eksekusi ke negara asal pelaku pidana. Aturan inilah yang kerap kali menjadi kritik keras oleh beberapa pihak.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP