Meski titik panas berkurang, kabut asap di Palembang makin pekat
Merdeka.com - Meski titik api (hotspot) di Provinsi Sumsel jauh berkurang dari hari sebelumnya, kabut asap di Palembang makin pekat. Akibatnya, jarak pandang di kota itu makin berkurang.
Pantauan merdeka.com, meski sudah siang hari, kabut asap nampak sangat tebal. Saking pekatnya, langit di Palembang tak lagi biru melainkan sudah putih dipenuhi asap.
Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Kenten Palembang Indra Purna membenarkan bahwa kabut tebal di wilayah Palembang saat ini disebabkan akibat asap kebakaran hutan dan lahan.
"Memang benar sudah ada kabut asap. Baunya sudah terasa," ungkap Indra, Selasa (25/8).
Menurut dia, kabut asap itu bisa dilihat dari berkurangnya jarak pandang. Di waktu normal, jarak pandang di Palembang secara umum mencapai 4 kilometer (km), kini hanya 1 km. Sementara di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, sebelumnya 1 km, hari ini sudah di bawah 700 meter.
"Belum mengganggu aktivitas penerbangan dan darat. Tapi, sudah mulai pekat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPTH Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Sumsel, Ahmad Taufik mengatakan, titik api di Sumsel lebih berkurang di hari-hari sebelumnya. Dari pengamatan satelit Aqua Terra Modis, hotspot di Sumsel hanya ada 44 titik, terbanyak di Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir.
"Kemarin 125 titik, Sudah berkurang hari ini, ada 44 titik," ungkap Taufik.
Taufik membantah terjadi kabut asap di Palembang. Menurut dia, jika dilihat dari ASMC Singapura, asap hanya terdapat di Jambi dan Riau. "Tidak ada, yang ada cuma di Jambi dan Riau," kata dia. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya