Meski Tidak ada Penularan Corona, Warga Banjar Serokadan Bali Tetap Diisolasi
Merdeka.com - Warga di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Kabupaten Bangli, Bali diisolasi selama 14 hari. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, meski hasil tes swab warga dinyatakan negatif. Gubernur Bali Wayan Koster meninjau warga Serokadan dan menyerahkan bantuan, Senin (4/5).
"Setelah hasil tes spesimen swab keluar dan dinyatakan negatif. Namun untuk menjaga kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan, maka diputuskan warga Serokadan diisolasi selama 14 hari ke depan. Maka adalah kewajiban pemerintah melayani kebutuhan masyarakat. Silakan berkoordinasi dengan Pemprov Bali, saya ingatkan jangan sampai ada kekurangan suplai makanan, asupan mereka harus terpenuhi," ujar Koster di Bangli.
Dari hasil rapid test awal terhadap sekitar 1.200 warga Serokadan, sebanyak 443 orang sempat dinyatakan reaktif. Namun, setelah diambil swab-nya dan keluar hasil sebanyak 275 orang dinyatakan negatif Covid-19.
Koster menyampaikan, kabar baik ini diharapkan disikapi secara bijak oleh warga setempat, dengan tetap mengikuti anjuran dari pemerintah yakni disiplin dan tertib menerapkan prosedur pencegahan dan penanganan Covid-19.
"Isolasi merupakan langkah antisipatif, agar tidak semakin meluas. Dalam hal ini pemerintah akan selalu berbuat dan mengambil langkah-langkah optimal, dan untuk mendukungnya masyarakat hanya wajib tertib dan disiplin mengikuti prosedur pemerintah, agar jangan sampai menularkan kepada orang lain. Yang harusnya karantina ya karantina, yang harusnya pakai masker ya pakai, tetap jaga jarak, rajin cuci tangan. Itu harus diikuti, jangan membandel," imbuhnya.
Adapun paket bantuan yang diserahkan Koster bersumber dari CSR Bank BPD Bali senilai total Rp 172.675.000, dengan rincian 1.000 paket sembako senilai Rp 100 juta, 18 unit westafel senilai Rp 25 juta, APD terdiri dari kacamata Goggles, masker N-95, sarung tangan, sepatu boots dan baju cover all senilai Rp 47.675.000. Bantuan lain juga berasal dari Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Provinsi Bali berupa 200 paket sembako.
Para Polwan dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polres Bangli membantu kegiatan dapur umum di Desa Abuan, Susut, Kabupaten Bangli. Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan menerangkan, semenjak diberlakukannya karantina wilayah selama 14 hari ke depan, segala persiapan telah dilakukan termasuk membangun dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan warga yang menjalani karantina.
"Kami menyiapkan 30 personel yang dibagi menjadi 3 sif yang bergabung dengan instansi lain dalam membantu kegiatan dapur umum," ujar Aryawan.
Ia juga menyampaikan, mengatakan anggota yang dilibatkan di dapur umum tersebut, akan bertugas selama masa karantina para warga.
"Kami berharap dengan penambahan tenaga ini, pendistribusian nasi bungkus dapat dilaksanakan tepat waktu untuk memenuhi kebutuhan warga yang melaksanakan karantina," ujar Aryawan.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya