Meski harga BBM turun, sopir angkot ogah turunkan tarif
Merdeka.com - Meski harga bahan bakar minyak (BBM) mulai hari ini, tidak berdampak pada penurunan ongkos angkot di Palembang. Sopir angkot berdalih tidak berbanding dengan harga sparepart dan belum ada kebijakan dari pemerintah setempat.
Soleh (35), sopir angkot Ampera-KM 5 Palembang mengaku tidak terpengaruh dengan penurunan harga BBM. Hal ini berbeda saat pemerintah menaikkan harga BBM beberapa waktu yang lalu.
"Kalau BBM turun tidak mungkin ongkos turun. Kalau BBM naik baru berpengaruh," ungkap Soleh kepada merdeka.com, Selasa (5/1).
Saat ini, ongkos angkot dan bus kota di Palembang berkisar Rp 4 ribu. Tarif ini naik Rp 1.500 pada kenaikan harga BBM tahun lalu.
"Empat ribu itu juga belum tentu untung, setoran besar, beli suku cadang juga mahal," ujarnya.
Senada diungkapkan Sahimin (54), sopir bus kota jurusan Plaju-KM 12 Palembang. Menurut dia, ongkos masih berlaku seperti yang ditetapkan pemerintah setempat. Hingga saat ini belum ada instruksi kepada para sopir untuk menurunkan atau mengubah ongkos.
"Mudah-mudahan saja tidak berubah, karena harus disesuaikan dengan kebutuhan hidup sekarang," kata dia.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya