Mertua Badai Kerispatih termasuk penumpang Sukhoi
Merdeka.com - Mertua pentolan band Kerispatih, Badai ikut mencari kabar nasib mertuanya Herman Suladji (70) yang ikut penerbangan Sukhoi Superjet 100. Badai yang baru saja tiba di Halim ini langsung menuju kantor Lanud Halim untuk mencari informasi.
"Keluarga istri tahunya dari TV," ujar Badai di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (9/5).
Herman, lanjut Badai, adalah ayah istrinya, Dewi Citra Asmarani. Keluarga sempat berkomunikasi pada pagi hari saat masih berada di Lanud. Keluarga kehilangan kontak setelah joy flight. Herman Suladji adalah bos maskapai Air Maleo.
"Pagi hari kami masih kontak, kontak kedua dan ketiga sudah tidak aktif," ucapnya.
Sebelum hilang, 3-4 hari sebelumnya korban sempat berfirasat. "Pada ponakannya, dia sempat bilang kalau mau terbang jauh," kenang Badai.
Pesawat Sukhoi itu sebelumnya hilang kontak di daerah Gunung Salak, Kabupaten Bogor-Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pesawat kehilangan kontak di antara ketinggian 10.000-6.000 kaki. Sebelum hilang kontak, pesawat teridentifikasi berada pada titik koordinat 0643081064315.
Pesawat itu berada di Indonesia untuk melakukan tes terbang. Pesawat dari Rusia itu tiba di Bandara Halim sejak kemarin. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya