Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mereka yang ngotot minta gang Dolly diberangus

Mereka yang ngotot minta gang Dolly diberangus Pertemuan Risma dengan Ormas terkait penutupan Dolly. ©2014 Merdeka.com/Humas Pemkot Surabaya

Merdeka.com - Penutupan lokalisasi Gang Dolly dan Jarak tinggal menghitung hari. Bila rencana penutupan tak meleset, maka tempat prostitusi terbesar di Surabaya--bahkan disebut-sebut terbesar di Asia Tenggara--itu bakal dieksekusi oleh Pemkot Surabaya, Jawa Timur, pada 19 Juni 2014.

Namun suhu panas jelang penutupan sudah terasa sejak sekarang. Pro dan kontra terhadap rencana penutupan lokalisasi di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, itu sudah mencuat ke publik. Demonstrasi, perang argumen dan dukungan mulai mengemuka di media.

Kemarin, merdeka.com menulis mereka yang menolak rencana penutupan. Sekarang, giliran menyajikan siapa-siapa yang mendukung rencana penutupan tersebut. Berikut ini di antara tokoh-tokoh dan ormas mendukung penutupan Dolly yang dirangkum merdeka.com:

Gubernur Jatim Soekarwo

soekarwo rev3Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sebenarnya rencana penutupan Gang Dolly merupakan program Kementerian Sosial dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sementara posisi Pemkot Surabaya adalah eksekutor penutupan. Gubernur Jawa Timur Soekarwo menegaskan dukungannya terhadap penutupan Dolly dan Jarak. Selasa (20/5) kemarin, dia menandaskan tetap mendukung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menutup lokalisasi terbesar di Surabaya itu."Pokoknya kita serahkan semuanya ke Ibu Wali Kota (Risma). Pemprov akan mendukung dan support sepenuhnya langkah yang diambil Pemkot Surabaya," kata Soekarwo yang akrab disapa Pakde Karwo itu, di Gedung Grahadi Surabaya.

Risma targetkan Dolly tutup sebelum Ramadhan

dolly tutup sebelum ramadhan rev3Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam beberapa kesempatan berkukuh bakal menutup Gang Dolly. Bahkan dia menargetkan penutupan harus sudah terlaksana pada 19 Juni 2014, atau setidaknya sebelum Ramadhan.Untuk merealisasikan rencana penutupan itu, Risma meminta dukungan berbagai pihak, mulai warga Surabaya sendiri, organisasi masyarakat sampai kiai. Risma juga sudah melakukan sosialisasi rencana penutupan itu jauh-jauh hari.Dia berpandangan, pemahaman harus terus dilakukan untuk memberi pengertian kepada para PSK, sumber penghidupan itu bukan menjual tubuh ke lelaki hidung belang, melainkan ada banyak cara mengais rizki dengan cara halal.Jadi, kata Risma, pembubaran seluruh praktik prostitusi di Surabaya ini, bukan sekedar menutup tanpa solusi. Melainkan juga disertai upaya recovery agar para PSK mampu menjadi pelaku ekonomi secara mandiri."Transformasi pemahaman ini adalah, bagaimana kita bisa menunjukkan dan meyakinkan, bahwa apa yang dilakukan para PSK, sejatinya bukanlah pekerjaan," beber Risma pada awal Maret 2014.

Majelis Ulama Indonesia (MUI)

indonesia mui rev3Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kemarin Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Ormas Islam lainnya di Jawa Timur menemui Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini , di Balai Kota Surabaya. Mereka mendukung rencana Risma menutup lokalisasi gang Dolly di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan."Ibu wali kota hari ini tidak ada agenda. Lalu mereka (MUI Jatim) meminta izin bertemu untuk menyampaikan dukungan penutupan lokalisasi Dolly," kata Kabah Humas Pemkot Surabaya M Fikser kepada merdeka.com, Rabu (14/5).Fikser menjelaskan, ada 48 ormas mendukung upaya penutupan lokalisasi terbesar di Surabaya itu. Mereka diwakili sekitar 15 orang mendatangi Balai Kota Surabaya, meminta izin bertemu dengan Risma pukul 10.00 WIB."Mereka datang ke balai kota, meminta izin bertemu dengan ibu, lalu menyampaikan dukungan itu (penutupan Dolly). Mereka diterima langsung oleh ibu," kata Fikser.

Front Pembela Islam (FPI)

islam fpi rev3Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur juga datang bertemu dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini . Ormas Islam ini datang bersama dengan ormas lain, di bawah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, memberi dukungan terhadap rencana Risma menutup Dolly.Ketua FPI Jawa Timur bagian Nahi Mungkar, KH Muhammad Dhofir bahkan menyatakan keterkejutannya saat mendengar adanya pihak-pihak tertentu yang menentang penutupan Gang Dolly, terlebih lagi, penolakan itu juga datang dari Whisnu, yang notabenenya sebagai wakil wali kota, yang mestinya mendukung sepenuhnya kebijakan wali kota-nya.

Kiai Nahdlatul Ulama (NU)

ulama nu rev3Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Dukungan PWNU Jawa Timur ini dilontarkan Ketua PWNU Jawa Timur KH Hasan Mutawakkil Alallah yang sempat menemui Tri Rismaharini . Dia mengatakan, dukungan yang diberikan PWNU Jatim kepada Pemkot Surabaya, adalah menyampaikan amanah dari para kiai di Jawa Timur."Maksud kunjungan kita itu untuk menyampaikan amanat para kiai yang mendukung penutupan lokalisasi di Surabaya. PWNU siap memberikan dukungan tertulis yang melibatkan seluruh pengurus NU, mulai dari pengurus wilayah hingga level anak ranting," beber Kiai Mutawakkil.Selain itu, dikatakan Kiai Mutawakkil, bentuk support PWNU Jawa Timur juga tertuang dalam tindakan pasca-penutupan. "PWNU sudah menyiapkan program pendampingan perubahan perilaku, selain pengembangan skill dan sejumlah kegiatan lain sebagai bentuk tindak lanjut setelah penutupan lokalisasi. Sebenarnya, penutupan ini merupakan keinginan lama yang baru terealisasi saat kepemimpinan Ibu Risma."

(mdk/mtf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP