Mereka yang mengaku juru kunci emas Soekarno
Merdeka.com - Banyak orang yang mengaku dititipi harta karun Soekarno. Mereka mengaku menjadi juru kunci emas batangan bernilai triliunan rupiah itu. Tak hanya orang Indonesia, bule asal eropa pun mengaku menjadi juru kunci emas milik Soekarno.
Tahun 2011 lalu, seorang kakek bernama Zakaria Sukaria Pota mengaku memiliki sejumlah emas batangan dan surat berharga kekayaan Republik Indonesia. Benda berharga itu tersimpan di sebuah bank di Swiss. Zakaria juga menunjukkan pisau emas dan beberapa emas batangan. Dia juga menunjukkan sebuah tongkat komando. Menurutnya, tongkat komando itu milik Soekarno.
Beberapa tahun belakangan, Seseorang yang mengaku bernama Soenuso Goroyo Soekarno juga mengaku sebagai satria piningit. Pria yang tinggal di Bogor ini mengaku memiliki emas batangan peninggalan Soekarno. Soenuso menunjukkan sejumlah batangan emas.
Tapi sama seperti yang sebelum-sebelumnya, keduanya dinilai hanya mengaku-aku saja. Tidak ada perkembangan lebih lanjut dari klaim keduanya.
Di luar negeri, seorang bule asal Selandia baru, James Lindon Graham, malah lebih parah. Graham yang dikenal sebagai penipu ulung ini mengaku sebagai anak angkat Soekarno. Graham mengklaim dia memiliki akses untuk membuka deposito Republik Indonesia yang bernilai triliunan. Dia juga memiliki akses pada emas batangan keluarga Soekarno yang jumlahnya fantastis.
Pengakuan Graham ini memikat para investor. Mereka pun mempercayakan uangnya pada Graham. Namun ucapan Graham rupanya bualan belaka. Pria 68 tahun ini akhirnya ditangkap dan diadili untuk 99 kasus penipuan. Nilai penipuannya cukup fantastis USD 1,6 juta atau sekitar Rp 15 miliar.
Walau sudah banyak fakta yang menunjukkan harta karun Soekarno ini cuma isapan jempol, masih banyak orang tergiur. Cara yang ilmiah dengan menggali sumber sejarah maupun cara nyeleneh lewat dukun atau hal gaib, terus dilakukan. Belum ada yang berhasil, sampai sekarang. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya