Mereka tak lelah mencari orang tercinta korban gempa Palu
Merdeka.com - Musibah yang terjadi di Palu, Donggala dan sekitarnya menyisakan kesedihan bagi para korban. Mereka kehilangan keluarganya setelah berhamburan menyelamatkan diri. Kondisi wilayah yang hancur dan sulitnya komunikasi, membuat para korban semakin kesulitan mencari sanak saudara mereka.
Berikut beberapa cerita korban Palu tak lelah mencari keluarganya yang hilang:
Cari mantan istri, anak dan cucunya
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPria asal Makassar, Leman (69), tak lelah mencari mantan istri, anak dan cucunya yang menjadi korban gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Dia terus memelototi daftar nama yang tertempel di papan pengumuman posko penampungan pengungsi korban gempa dan tsunami Palu, di Asrama Haji Sudiang, Makassar. Dia berharap nama mantan istri, anak-anak dan cucunya tertera di situ.
Sudah dua kali dia mendatangi posko penampungan pengungsi korban bencana alam di wilayah Sulawesi Tengah itu. Pada kedatangan pertama, dia tak menemukan nama yang diharapkannya di papan pengumuman itu.
"Saya sudah dari penampungan pengungsi yang di gedung TK Akar Panrita Mamminasata di Kelurahan Antang tapi keluarga saya tidak ada di situ. Jadi saya kembali ke asrama haji ini, siapa tahu sudah ada, karena pengungsi masih terus berdatangan. Tapi di antara ribuan nama-nama itu, tidak ada nama mereka," tutur Leman.
Tulis nama anak dan istri di kardus bekas
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comAnjas, mencari anak dan istrinya yang hilang karena gempa di Palu. Dia menulis nama keluarnya di kardus, dan dikalungkan di lehernya. Dia mencari anak dan istri dengan berjalan kaki dari rumahnya di Perumnas Balaroa dengan berkeliling kota. Istrinya sempat memperingatkan Anjas saat gempa datang. Namun Anjas tak menghiraukan. Dia melanjutkan mandi. Tapi, saat mandi, gempa makin kuat. Dia keluar hanya berbalut handuk. Anjas menyelamatkan diri dengan memanjat ke atap sambil merangkak. Namun, saat berusaha menyelamatkan diri, dia tak melihat keluarganya. Dari situlah dia panik. Dia mencari keluarganya. Beruntung dia menemukan anak sulungnya.Dia terus mencari anak dan istrinya, sambil meneriakkan nama mereka. Dia terus mencari keluarganya, meskipun kondisi kakinya belum pulih. "Saya akan terus cari mereka. Saya yakin mereka masih hidup. Mungkin diselamatkan orang lain dan dibawa ke pengungsian,â kata Anjas.
Komplek rumah sudah tertimbun
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSeorang korban gempa Palu, Taufik Dharmawan, kehilangan anaknya. Saat gempa berlangsung, dia sedang bertugas di Morowali Utara. Dia meninggalkan istri dan tiga anaknya saat bertugas di sana. Taufik baru bisa mencapai Palu melewati jalur darat, sehari setelah gempa Palu mengguncang. "Sabtu malam baru saya dapat mencapai Palu melalui jalan darat. Minggu pagi saya meluncur ke lokasi rumah saya tapi tidak bisa saya temukan, karena komplek perumahan saya sudah tertimbun," tulis akun Facebook Taufik Dharmawan di grup Info Kota Palu.Setelah itu, Taufik menemukan jenazah istrinya di Rumah Sakit Undata, dan menemukan dua anaknya. Hanya satu anaknya yang tersisa, yang belum ditemukan. "Kemarin saya lihat di post di Facebook yang mengabarkan ada anak mirip anak saya, katanya banyak bayi yang dibawa ke Poso," kata Taufik. Namun hingga saat ini, anaknya masih belum bisa ditemukan.
Pasang foto anak
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comAkbar tak lelah mencari anaknya, Gibran yang hilang karena gempa di Palu. Dia membawa kertas berisi foto dan keterangan tentang anaknya. Dia juga menunjukkannya pada orang-orang yang ia temui. "Harapan saya anak saya dapat ditemukan. Hidup atau mati secepatnya ditemukan. Agar orang tua tidak terlalu kepikiran, walaupun kita sangat mengharapkan dalam kondisi hidup, tapi mau bagaimana lagi semua kehendak Allah," kata dia.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya