Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Merasa tak bersalah, Abraham desak penyidik tunjukkan dokumen asli

Merasa tak bersalah, Abraham desak penyidik tunjukkan dokumen asli abraham samad. ©2013 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Mantan ketua non-aktif Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad, yang terganjal kasus pemalsuan dokumen mempertanyakan alat bukti dari penyidik terkait keaslian dokumen. Melalui kuasa hukumnya, Abraham meminta keaslian dokumen atas kasus yang dihadapinya.

"Kami akan mendesak untuk menunjukkan dokumen asli yang selama ini dijadikan alat bukti Kepolisian apabila nantinya itu diperlukan," kata anggota tim hukum, Kadir Wakonubun di Makassar, Senin (27/4), seperti dilansir Antara.

Wakil Direktur Anti-Corupption Committe (ACC) Sulawesi ini melanjutkan, akan melakukan perlawanan apabila kliennya ditahan pada pemeriksaan lanjutan Selasa (28/4) dini hari Polda Sulselbar. Apabila Abraham ditahan, maka berita acara pemeriksaan tidak akan ditandatangani karena tak ada alasan menahan dan Abraham selalu kooperatif.

"Kami sepakat mengambil langkah taktis bila mana itu terjadi, namun kami yakin Abraham tidak akan ditahan," tuturnya bersama tim hukum di kantor ACC.

Saat ini ada 20 orang tim hukum yang akan mendampingi Abraham saat pemeriksaan lanjutan, dua orang dari kuasa hukum KPK, satu orang internal KPK dan satu orang tim taktis dari Jakarta. Sisanya berasal dari Makassar.

Johanes Gea, tim hukum dari Jakarta, meminta dukungan publik atas kasus yang menimpa Abraham. Dia melihat kasus ini terkesan dipaksakan.

"Kita terus menggalang dukungan publik, karena kita merasa kasus ini aneh, persiapan tim sudah dimatangkan apabila Pak Abraham ditahan," tambahnya.

Dia menambahkan, 80 tim kuasa hukum dilibatkan untuk mencari kebenaran dari kasus yang dihadapi Abraham Samad. Apalagi, kasus ini terindikasi politik.

"Kalaupun ditahan apa dasarnya, tentunya kita akan protes penahanan tersebut. Masyarakat jangan dibuat marah pada persoalan ini, kendati Presiden Jokowi sudah menyetop agar tidak ada kriminalisasi lagi. Dan berharap pemanggilan ini yang terakhir, jangan lagi ada kepentingan politik apalagi dendam" tegasnya.

Sebelumnya Abraham telah menjalani pemeriksaan yang pertama pada Selasa 24 Februari lalu dan hanya menjawab 15 pertanyaan karena Abraham mengalami sakit maag sehingga dihentikan. Abraham yang kini tersandung kasus dugaan pemalsuan administrasi kependudukan saat pengurusan passport karena memalsukan namanya dalam Kartu Keluarga dan KTP pada tahun 2007.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP