Merapi longsor karena kontur puncak belum stabil
Merdeka.com - Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas. Akibatnya, sejumlah daerah di wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Tengah diselimuti hujan abu dan longsoran material gunung. Staf Khusus Presiden Bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief mengatakan penyebab aktivitas gunung Merapi, karena belum stabilnya sisa letusan tahun 2010 silam.
"Menurut kepala PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), penyababnya karena puncak Merapi dan batuan hasil letusan 2010 belum stabil. Kondisi tidak stabil ini dan gaya gravitasi, menyebabkan batuan besar dan kecil lepas terjadi guguran," kata Andi Arief kepada merdeka.com, Senin (16/7).
Akibat guguran batuan besar dan kecil, menggerus bekas material letusan pada tahun 2010 di sekitaran puncak Merapi. Sehingga mengakibatkan terbentuknya debu yang beterbangan menyerupai sekumpulan awan hitam.
"Guguran batuan besar yang terjadi kemarin menggerus material letusan 2010, sehingga tampak abu atau debu berterbangan tertiup angin ke arah barat, terjadi hujan abu di Magelang dan sekitarnya," lanjutnya.
Meski tergolong gunung aktif, namun Arief membantah jika aktivitas Gunung Merapi kemarin sebagai isyarat datangnya letusan dalam waktu dekat. menurutnya, hal itu memerlukan pengkajian lebih lanjut oleh para ahli vulkanologi.
"Soal Gunung Merapi, Para ahli belum berkesimpulan apakah akan ada letusan dalam waktu dekat. Tapi kalau proses geologi gunung api tentu saja potensi akan meletus itu ada, tapi tidak seperti dikhawatirkan akan segera," pungkasnya. (mdk/war)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya