Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Merapi kembali erupsi, 60 warga masih mengungsi di balai desa

Merapi kembali erupsi, 60 warga masih mengungsi di balai desa Pengungsi Gunung Merapi. ©2018 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Gunung Merapi kembali meletus pada Jumat (1/6) pukul 08.20 WIB. Letusan ini membuat sejumlah warga di lereng Gunung Merapi mengamankan diri ke sejumlah titik kumpul maupun barak pengungsian.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan mengatakan warga di lereng Gunung Merapi sempat mengamankan diri sesaat setelah terjadi letusan. Meskipun demikian saat ini sebagian besar warga sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

"Masyarakat keluar rumah menuju titik kumpul. Ada beberapa yang sampai barak pengungsian. Beberapa sudah kembali ke rumah masing-masing. Kami sampaikan radius bahaya 3 km. Masyarakat di luar radius tersebut bisa beraktivitas tapi dengan kewaspadaan seperti masker dan kacamata jika terjadi hujan abu," ujar Makwan di Pos Utama BPBD Pakem, Sleman, Jumat (1/6).

Makwan mengungkapkan saat terjadi letusan Gunung Merapi beberapa warga sempat mengamankan diri di Tritis, Kemiri, Ke Purwobinangun hingga Girikerto. Sementara itu di Balai Desa Glagaharjo saat ini masih ada 60 orang yang mengungsi. Ke 60 orang ini adalah lansia dan anak-anak.

Makwan menambahkan bahwa untuk lansia dan anak yang berada di Balai Desa Glagaharjo difasilitasi oleh BPBD Sleman. Saat ini, lanjut Makwan, persediaan logistik bagi pengungsi masih aman.

"Logistik aman. Kasur barusan dapat bantuan, jadi sebelumnya pakai tikar. Untuk lansia dan balita ada 130 kasur," tutup Makwan.

Sebagaimana diketahui, Gunung Merapi kembali meletus pada Jumat (1/6) pukul 08.20 WIB. Durasi letusan mencapai dua menit dan tinggi kolom letusan mencapai 6000 meter dari puncak Merapi. Saat ini status Gunung Merapi masih waspada.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP