Merapi erupsi, BPBD pastikan kondisi Boyolali aman
Merdeka.com - Gunung Merapi kembali mengalami letusan freatik, Senin (21/5). Letusan kecil pertama terjadi pada pukul 01.25 dini hari, dilanjutkan letusan kedua delapan jam kemudian, atau sekitar pukul 09.36 WIB.
Atas peristiwa tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Bambang Sinung meminta masyarakat agar tenang. Seperti letusan serupa, Jumat pekan lalu, letusan kali ini tidak berbahaya. Ia memastikan kondisi di lereng Merapi sisi timur dan utara itu tetap normal.
Kendati demikian, pihaknya meminta masyarakat khususnya yang tinggal di radius di bawah 10 km dari puncak Gunung Merapi untuk terus waspada.
"Memang tadi ada letusan featik dua kali, tapi sampai saat ini kondisinya aman. Saya tadi memantau di Kecamatan Selo, kondisi aman terkendali," ujarnya, Senin (21/5).
Bambang menyebut, ada perbedaan letusan freatik yang terjadi dua kali dalam sehari ini. Jika letusan pertama pukul 01.25 berlangsung selama 19 menit dengan ketinggian asap 700 meter, dan amplitudo seismik terukur 20 mm.
Sedangkan letusan kedua pukul 09.36 pagi hanya berlangsung selama 6 menit, dengan tinggi asap 1.200 meter dan amplitudo maksimum 23 mm.
"Intinya status tetap normal, hujan abu terjadi tetapi tak jatuh di sekitar Boyolali," katanya.
Terkait pendaki, Bambang mengimbau agar lebih berhati-hati dan membatasi perjalanan hingga sampai Pasar Bubrah saja. Apalagi kondisi di puncak saat ini juga rawan longsor. Sedangkan aktivitas masyarakat Selo, Bambang memastikan masih berjalan normal seperti biasa. Namun ia mengingatkan agar masyarakat tetap waspada.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya