Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menuntut penjelasan PT Freeport setelah 28 orang tewas

Menuntut penjelasan PT Freeport setelah 28 orang tewas PT Freeport. REUTERS/Muhammad Yamin

Merdeka.com - Sebanyak 28 orang pekerja PT Freeport di Mimika, Papua, tewas akibat terjebak longsor di Goozen Under Ground pada Selasa (14/5). Hingga saat ini pihak Freeport belum memberikan penyelamatan secara maksimal kepada para pekerja yang sedang melakukan latihan rutin untuk keselamatan kerja.

Pihak pemerintah seolah tidak berdaya untuk segera meminta pertanggungjawaban dari perusahaan asal Amerika Serikat tersebut. Bahkan ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sampai berkicau di akun Twitternya. Isi twitter itu menginginkan keselamatan para pekerja asal Indonesia, tapi sayang pihak Freeport tidak menggubrisnya.

"Setiap pekerja di institusi manapun berhak mendapatkan perlindungan kerja. Segera lakukan investigasi kejadian PT Freeport," kicau SBY di twitter, Kamis (16/5).

Tidak mendapat kejelasan terkait para pekerja yang terjebak di reruntuhan itu, SBY menggelar rapat guna membahas masalah tersebut. Dalam rapat itu yang juga disertai video conference dengan Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Rozik B Soetjipto yang berada di Papua. SBY bermaksud mengirim dua menterinya ke Papua untuk meninjau langsung lokasi kejadian.

Namun, niatan SBY mengirim Menteri ESDM Jero dan Menakertrans Muhaimin Iskandar ke Papua mendapat penolakan dari pihak Freeport. Alasannya kondisi yang tidak mendukung akan mempersulit kunjungan tersebut.

"Semula menteri ESDM, Tenaga Kerja akan berangkat ke lokasi. Tapi permintaan dari Freeport di Tembagapura, sementara mereka ingin fokus, konsentrasi untuk jalankan tugas. Dan memohon kepada Jakarta agar kehadiran pejabat dari Jakarta menunggu beberapa saat sampai situasinya tepat," kata SBY di Kantor Presiden.

Geram karena penanganan yang lamban, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mendesak PT Freeport untuk lebih cepat mengevakuasi para korban. Untuk proses evakuasi itu, Muhaimin meminta Freeport untuk mendatangkan tenaga ahli kelas dunia untuk mengevakuasi korban.

"Jadi kita akan terus memberikan bantuan dan saya sudah minta kepada Freeport, mereka harus mendapatkan ekstra perhatian dan harus dipasang tenaga-tenaga ahli sekaliber dunia yang bisa memberi pertolongan," ujar Muhaimin.

Namun usaha maksimal untuk mengevakuasi korban tak kunjung dilakukan PT Freeport, hingga Jero mendapat laporan bertambahnya korban meninggal dalam peristiwa itu. Jero langsung memerintahkan dua bawahannya, meski mengaku mendapat penghadangan untuk sampai ke lokasi namun akhirnya mereka sampai ke lokasi kejadian.

"Selasa pagi pukul 09.00 WIT, kami dapat infonya. Saat itu juga kami langsung bergerak. Tiga inspektur tambang dari ESDM berangkat ke Papua, dua hari berikutnya saya utus Dirjen Thamrin Sihite," ujar Jero.

Belum ada pernyataan resmi dari PT Freeport terkait tewasnya 28 orang tersebut. Atas kejadian ini, apakah Presiden SBY cuma mengimbau lewat jejaring sosial Twitter, atau ada tindakan tegas dari SBY untuk PT Freeport? (mdk/ded)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP