Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menuju Kemandirian di Bidang Kesehatan, 14 Jenis Vaksin Perlu Diproduksi Dalam Negeri

Menuju Kemandirian di Bidang Kesehatan, 14 Jenis Vaksin Perlu Diproduksi Dalam Negeri vaksin. ©2020 Merdeka.com/freepik

Merdeka.com - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono menilai 14 jenis vaksin perlu diproduksi dalam negeri. Langkah ini bisa menjadi jalan menuju kemandirian di bidang kesehatan.

Dari 14 jenis vaksin tersebut, empat di antaranya ada Japanese Enchepalitis (JE), Human Papillomavirus (HPV), Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) dan Rotavirus.

"Perlu diproduksi 14 jenis vaksin yang ada di dalam negeri," ujarnya dalam Forum Nasional Kemandirian dan Ketahanan Industri Sediaan Farmasi, Senin (8/11).

Dante menyebut, Indonesia telah menguasai beberapa teknologi vaksin. Di antaranya virus vaccines, dan protein based. Sementara itu, teknolgi lain tengah dikembangkan seperti viral vector based, dan nucleic acid based.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengubah konsep imunisasi dasar lengkap menjadi imunisasi rutin lengkap. Imunisasi rutin lengkap itu terdiri dari imunisasi dasar dan lanjutan.

Terdapat 11 vaksinasi rutin lengkap yang sebelumnya diberikan kepada anak, namun pada tahun depan Kemenkes akan memasukkan tiga jenis vaksin untuk imunisasi lanjutan, yakni PCV, HPV dan rotavirus.

Vaksin PCV dapat mencegah infeksi yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus penyebab penyakit berbahaya, seperti meningitis dan pneumonia.

Adapun vaksin HPV penting untuk diberikan sejak dini. Vaksin HPV diberikan untuk melindungi seseorang dari infeksi HPV tipe high-risk, yaitu jenis HPV yang berpotensi menyebabkan beberapa jenis kanker, salah satunya adalah kanker leher rahim (serviks).

Sementara Rotavirus adalah salah satu jenis virus yang mudah menjangkiti bayi dan anak-anak, menyebabkan gangguan kesehatan berupa diare, demam dan nyeri perut dengan risiko dehidrasi yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

"Kemarin kami sedang menyusun rencana strategis reformasi kesehatan atas permintaan pak presiden. Kami sudah memutuskan, Indonesia tahun depan akan melakukan vaksinasi untuk 14 antigen secara nasional," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Dengan dimasukkannya tiga vaksin tersebut, Budi berharap bisa menekan angka kematian bayi dan perempuan, sehingga Indonesia bisa menikmati bonus demografi lebih lama lagi.

"Partisipasi masyarakat akan vaksinasi juga sangat diperlukan. Saya merasakan sendiri, khususnya melalui vaksinasi COVID-19, bukan pekerjaan mudah. Kalau itu dilakukan bersama-sama kita bisa melakukan 14 vaksinasi wajib bagi seluruh masyarakat Indonesia," kata Menkes.

Sementara itu, Ketua Humas dan Kesejahteraan Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia Hartono Gunardi menyambut baik rencana Kemenkes yang memasukkan tiga vaksin ke dalam imunisasi wajib.

"Ini menjadi kado yang diberikan kepada kita semua, yaitu imunisasi PCV, HPV, dan rotavirus untuk seluruh anak Indonesia. Kami menyambut gembira imunisasi yang akan dilakukan secara nasional," kata dia.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP