Menteri Sudirman enggan tanggapi penggeledahan di SKK Migas
Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said enggan menanggapi penggeledahan terhadap kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) oleh Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri. Penggeledahan ini dilakukan sejak pukul 16.00 WIB.
"Saya baru menjabat 6 bulan, ini kasus lama. Jadi info yang lebih jelasnya tanya sama pihak Bareskrim tentang kasus ini," ujar Sudirman kepada wartawan di Jakarta, Selasa (5/5).
Seperti diketahui, Mabes Polri melakukan penggeledahan di Kantor SKK Migas, Wisma Mulia, Jakarta. Penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi penjualan kondensat pada 2009 yang merugikan negara hampir mencapai Rp 2 triliun.
Mengetahui kantornya digeledah, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi meminta kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dan pegawai SKK Migas tidak resah dengan penggeledahan oleh Bareskrim Polri. Kontraktor migas dan pegawainya diminta tetap fokus mengerjakan tugas utama produksi migas.
"Dari sekitar jam tiga sore sampai sekarang dan mungkin sampai malam dan besok pagi kantor SKK Migas sedang digeledah penyidik Bareskrim. Tidak perlu ada yang dikhawatirkan," ujar Amien dalam tatap muka dengan para KKKS yang digelar di Kantor SKK Migas, Jakarta.
Sementara itu, Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Budi Waseso mengatakan, penggeledahan kantor SKK Migas merupakan satu dari tiga kasus besar yang tengah dibidik polisi. Kasus di SKK Migas ini terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan oleh PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) pada 2008 hingga 2011 lalu.
"Ini baru satu. Dua lagi belum ya. Tenang saja," kata Komjen Budi di Mabes Polri, Jakarta.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya